KSAD Baru Harus Jaga Soliditas TNI/Polri Jelang Pemilu

Kepala Staf Angkatan Daerah (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, usai dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Kamis (22/11). (Foto: Randy Tri Kurniawan)
Klik untuk perbesar
Kepala Staf Angkatan Daerah (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa, usai dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Kamis (22/11). (Foto: Randy Tri Kurniawan)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pengamat Militer dan Intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati mengatakan, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) yang baru dilantik, Jenderal TNI Andika Perkasa, harus mampu menjaga soliditas TNI dan Polri menjelang Pemilu serentak 2019. “Ini merupakan suatu keniscayaan. Netralitas adalah hal yang harus dilaksanakan secara konsisten dengan berbagai konsekuensinya,” ujar Nuning, sapaan akrab Susaningtyas kepada Rakyat Merdeka.

Nuning mengingatkan, perebutan kekuasaan, akan memunculkan ruang perdebatan yang menjurus pada perang urat syaraf. "Sedikit kepleset saja, bisa terjadi tragedi permusuhan,” selorohnya. Nah, TNI dan Polri-lah yang dapat mencegah dan menanggulangi hal itu.

Baca Juga : Sosialisasi Empat Pilar MPR di Gorontalo, Fadel Cerita Usulan Amandemen UUD 1945

Secara kekinian, lanjutnya, TNI harus mampu menjaga tertatanya sistem informasi dengan baik. Mulai dari integrasi sistem informasi, interoperability sistem informasi, hingga composability sistem informasi. "Semua itu agar informasi perkembangan keadaan yang ada, dapat terintegrasi dan diterima dengan tepat cepat oleh prajurit utamanya yang berada di lapangan, sehingga tak ada kesalahpahaman,” tuturnya.

Pembenahan TNI AD harus diutamakan untuk peningkatan kompetensi dan kapasitas prajurit TNI AD. Sehingga, kompetensi mereka setara dengan kompetensi prajurit negara maju. “Kapasitas prajurit TNI AD harus mencapai tingkatan intelektual akademik, dan melakukan analisis berbagai operasi militer secara ilmiah,” ujar Nuning.

Baca Juga : 188 WNI Dari KRI dr Suharso-990 Mulai Jalani Tahapan Observasi

Pembenahan TNI AD juga diarahkan untuk mencapai efisiensi organisasi, agar lebih responsif menghadapi berbagai jenis ancaman. Mulai dari ancaman militer, ancaman non-militer dan ancaman nirmiliter. Organisasi TNI AD juga harus dibenahi, agar struktur dan posturnya lebih tanggap mengantisipasi perkembangan lingkungan strategis global, regional dan nasional.

“KSAD harus membangun fisik dan psikis TNI AD dengan baik. Memperhatikan kesejahteraan, pendidikan akademik dan moral sebagai hal penting,” tutup Nuning. [OKT]