RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah terus memperkuat sertifikasi halal pada produk-produk ekspor. Tujuannya, untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing di tingkat global, sehingga para pelaku eskpor dapat memahami proses pelabelan tersebut.

"Sertifikasi produk halal ekspor dapat memberikan kontribusi positif terhadap neraca perdagangan Indonesia," kata Wakil Presiden, Maruf Amin di Istana Wapres Jakarta, Sabtu (24/10).

Untuk mempermudah sertifikasi halal terhadap produk ekspor, Wapres akan membentuk pusat pelayanan terpadu di dalam suatu kawasan industri, sehingga pelabelan halal dapat berjalan cepat.

Baca Juga : Longsor Sumedang, Korban Meninggal Bertambah Jadi 29 Dan 11 Orang Hilang

" Jadi mereka tidak ada kesulitan dalam mengurus itu. Proses halalnya ada di tempat," terangnya.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan di setiap kawasan industri nantinya akan dibentuk klaster halal yang akan mengurusi kehalalan produk, termasuk pemberian sertifikasi halal.

"Dengan adanya klaster halal di satu lokasi itu diharapkan sertifikat kehalalannya lebih mudah dan berorientasi ekspor. Kalau dia berasal dari kawasan halal tentu diharapkan bisa meningkakan penjualannya," kata Airlangga.

Baca Juga : Juara Di Thailand Open, Greysia/Apriyani Selamatkan Muka Indonesia

Saat ini, kawasan industri halal (KIH) terbuka untuk industri di bidang makanan dan minuman, pakaian, serta obat-obatan dan kosmetika. 
“Namun klaster halal tersebut tidak menutup kemungkinan akan semakin luas ke sektor industri lain,” kata Airlangga.

Hingga saat ini, terdapat dua kawasan industri halal yang telah ditetapkan oleh Kementerian Perindustrian, yaitu Modern Cikande Industrial Estate di Serang, Banten serta SAFE n LOCK Halal Industrial Park di Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur.

Sementara empat kawasan industri lain masih dalam proses persiapan untuk memiliki klaster halal, yakni Kawasan Industri Bintan Inti di Batam, Kawasan Industri Batamindo di Batam, Kawasan Industri Jakarta Pulogadung dan Kawasan Industri Surya Borneo di Kalimantan Tengah. [KPJ]

Baca Juga : BNPB: Gempa Sulbar Tewaskan 73 Orang, 64 Di Mamuju, 9 Di Majene