RMco.id  Rakyat Merdeka - Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Budi Arie Setiadi menyambangi sejumlah destinasi desa wisata di Provinsi Jawa Timur, mulai Sabtu (24/10).

Desa wisata yang dikunjungi yakni Lembah Mbencireng di Desa Kebontunggul, Kabupaten Mojokerto. Lalu, kunjungan ke Kabupaten Jombang, antara lain ke tempat wisata Bale Tani di Desa Banjaragung, wisata pemandian Pandansili di Desa Ngampungan dan wisata nuansa pedesaan Kampung Adat Segunung di Desa Carangwulung.

Dalam kunjungan ini, Wamen Budi Arie melakukan diskusi dan dialog kepada kepala desa, pegiat desa dan sejumlah warga desa terkait dengan destinasi wisata di desa, yang menjadi salah satu meningkatnya perekonomian masyarakat desa yang telah merosot akibat pandemi Covid-19.

Berita Terkait : Jembatan Lampiring Akhiri Penantian 50 Tahun Warga Pituriase

Wamen juga mengapresiasi para pemuda yang ada di desa, yang turut mendorong memajukan desa dengan berbagai inovasi yang kreatif dari para pemuda di desa.

"Para pemuda desa banyak yang membantu dalam pengelolaan BUMDes. Mereka telah membantu meningkatkan perekonomian dengan berbagai inovasi dari BUMDes. Salah satunya, melalui xesa wisata yang dikelola BUMDes," kata Wamen Budi Arie usai kunjungan ke sejumlah desa-desa wisata di Mojokerto dan Jombang, Sabtu (24/10).

BUMDes bisa menjadi tolak ukur dalam kemajuan desa. Bila suatu desa tidak memiliki BUMDes, berarti potensi pergerakan ekonominya tidak ada.

Berita Terkait : Wamendes: Program Transmigrasi Sukses Bentuk 2 Provinsi Dan 104 Kabupaten Baru

"Jad i mari kita bersama-sama untuk menggenjot BUMDes agar maju. Karena BUMDes itu bergerak di semua bidang, bisa wisata bisa kuliner. Karena bumdes itu menjadi motor penggerak perekonomian desa," katanya.

Lebih lanjut, Wamen Budi Arie menilai bahwa desa-desa yang ada di Mojokerto dan Jombang memiliki potensi yang bisa terus dikembangkan. Apalagi, kekayaan alam dan budayanya yang terus dilestarikan, menjadi sebuah kekuatan dalam memberikan daya tarik terhadap wisata alam dan budaya.

"Kemajuan desa terletak pada kesungguhan warga desa itu sendiri untuk memajukan desanya. Selama warga desa berkeinginan untuk maju, saya yakin desa pasti akan menjadi maju dengan optimisme, semangat, kerjasama dan gotong royong warga desa," pungkas Wamen Budi Arie. [HES]