RMco.id  Rakyat Merdeka - Sudah selesai direvitalisasi, Direktorat Jenderal Perumahan akan menyerahkan aset Rumah Susun Sewa (Rusunawa) untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo.

"Kami sedang memproses serah terima aset Rusunawa MBR ke Pemkot Gorontalo," ujar Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Penyediaan Perumahan Provinsi Gorontalo, Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Alwi Mahdali usai melakukan kunjungan lapangan ke lokasi Rusunawa MBR di Gorontalo dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/10).

Berita Terkait : PUPR Imbau Pemda Segera Manfaatkan Rusunawa Untuk Wong Cilik

Menurut Alwi, saat ini pihaknya sudah melaksanakan revitalisasi rusun, sehingga penghuni rusun lebih nyaman tinggal di hunian vertikal.

Lebih lanjut, Alwi menerangkan, Kementerian PUPR terus meningkatkan penyediaan hunian layak dan aman bagi seluruh masyarakat Indonesia. Sesuai amanah Undang Undang Dasar 1945, khususnya Pasal 28H ayat (1), di mana  Negara punya tanggung jawab untuk menjamin hak masyarakat menapat hunian yang layak huni melalui pembangunan perumahan rakyat. 

Baca Juga : Klaster Keluarga DKI Terus Meroket

"Rusunawa ini sudah ditempati mulai tahun 2018 lalu dan memiliki jumlah unit hunian sebanyak 90 unit," terangnya.

Revitalisasi Rusunawa MBR, imbuh Alwi, menghabiskan anggaran senilai Rp 1,74 miliar. Proses pengerjaannya dilaksanakan selama 120 hari  meliputi pekerjaan metalikal, elektrikal serta penambahan akses jalan dan drainase air limbah.

Baca Juga : PUPR Gandeng BPKP Audit Pekerjaan Venue PON XX Papua

Alwi menjelaskan, revitalisasi Rusunawa MBR ini ditujukan dalam rangka proses serah terima hibah aset ke Pemerintah Kota Gorontalo. Pihaknya, berharap setelah perbaikan dan perawatan ini lebih cepat proses serah terima hibah dan akan dimanfaatkan oleh Pemda Kota Gorontalo.

"Kami berharap setelah proses serah terima aset ini Pemkot Gorontalo dan penghuni Rusun bisa melakukan perawatan bangunan secara mandiri dengan membentuk unit pengelola dan dibuatkan manajemen tersendiri untuk pengelolaan bangunan. Kami juga berharap bangunan ini bisa dimanfaatkan dan penghuni bisa menjaga kebersihan hunian," harapnya. [NOV]