Kemensos Rekrut Calon Pendamping PKH Di Bekasi

Klik untuk perbesar
Presiden Jokowi didampingi Mensos Agus Gumiwang menemui dan berdialog dengan 1.200 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH dan BPNT di Auditorium STMIK Atma Luhur Kecamatan Gabek Kabupatan Pangkal Pinang Bangka Belitung, Kamis (14/3). (Foto : twitter@kemensosRI)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Program Keluarga Ha­rapan (PKH) dalam me­ngentaskan kemiskinan terus ditingkatkan. Kali ini, Kementerian Sosial (Kemensos) yang dipimpin Agus Gumiwang Kartasasmita melakukan re­krutmen dan seleksi Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki profesional, integ­ritas, dan keterampilan da­lam pendampingan sosial.

“Peminatnya luar biasa besar. Ada 62.300 orang yang mendaftar secara on­ line. Pendaftaran online menunjukkan bahwa proses rekrutmen ini terbuka dan transparan. Dengan sistem semacam ini pemerintah menjamin proses rekrut­men ini transparan dan profesional,” kata Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos, Harry Hikmat, di Bekasi.

Berita Terkait : Pemerintah Dukung Perkembangan E-Sport Menuju Prestasi Gemilang

Harry mengatakan, bah­wa PKH memiliki posisi strategis menjadi center of excellence penanggulangan kemiskinan yang mensin­ergikan berbagai program perlindungan sosial dan pemberdayaan ekonomi. Harry menambahkan, seleksi SDM PKH ini untuk mengisi posisi yang ko­song karena ditinggalkan pendamping sebelumnya dengan berbagai sebab, seperti mengundurkan diri karena diterima menjadi pegawai negeri sipil dan mencalonkan diri sebagai anggota legeslatif.

“Seleksi dilakukan ser­entak dan akan diambil 959 orang pendamping. PKH merupakan program priori­ tas nasional untuk mengu­ ruangi angka kemiskinan. Untuk itu, SDM PKH yang mengundurkan diri harus segera diisi dengan yang baru,” tambah Harry.

Berita Terkait : Mensos Berharap Pengetahuan Mitigasi Bencana Makin Masif

Harry juga mengingatkan, tugas sebagai pendamping PKH tidaklah mudah seh­ingga memerlukan dedikasi yang tinggi. Pendamping dan operator PKH merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan PKH dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga yang sangat miskin menjadi ke­ luarga yang sejahtera dan produktif.

“Tantangan terbesar buat pendamping adalah memas­tikan seluruh penerima PKH dapat mengakses PBI-JKN, KIP, Rastra, dan menerima bantuan sosial secara non tunai melalui tabungan,” tegasnya.

Berita Terkait : Mensos Ajak Pilar Sosial Tangkal Hoaks

Selain itu, SDM PKH juga dituntut untuk menguasai Modul Family Development Session Program Keluarga Harapan antara lain, modul Pendidikan dan pengasuhan anak, menjadi Orang tua Yang Lebih Baik, pengelolaan keuangan dan perencanaan usaha, memahami perilaku-perilaku sehat dan gizi bagi ibu dan anak, khususnya dalam masa penting 1000 hari, mulai dari ibu hamil, sampai anaknya berusia 24 bulan, perlindungan anak dan kesejahteraan sosial bagi disabilitas dan lanjut usia.

“Dalam berbagai kesempatan Presiden Jokowi menekankan bahwa KPM PKH harus bisa mandiri dan mem- punyai usaha sebagai upaya keluar dari masalah kemiskinan,” ujar Harry. [QAR]

RM Video