Dalam 4 Tahun

Wow, Ekspor Pertanian Naik 10 Juta Ton

Klik untuk perbesar
Menteri Pertanian Amran Sulaiman (berkemeja putih) didampingi Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah (kedua kiri) saat melepas ekspor pertanian, di Kawasan Industri Makassar, Sulawesi Selatan, kemarin.

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pertanian Amran Sulaiman memastikan, pihaknya bakal terus menggenjot ekspor produk pertanian. Produk yang diekspor juga semakin variatif. Jumlah yang diekspor juga terus naik.

Kemarin, Amran melakukan pelepasan ekspor pertanian, di Kawasan Industri Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Pelepasan ini dihadiri juga Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, Pangdam XIV/Hasanuddin Mayjen Surawahadi, dan Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Hamidin. Sulsel memang banyak menghasilan produk ekspor.


Di awal 2019 ini, Sulsel sudah mengirim produk pertanian sebanyak 6.485 ton. Antara lain pisang ke Malaysia, manggis ke China, markisa ke Singapura, dan vanila kering ke Turki. Kemudian kacang mede ke Thailand, Amerika Serikat, Korea Selatan, Jerman, Australia, Kanada, dan Malaysia.

Berita Terkait : Genjot Pasar Ekspor, Sharp Dan LG Tambah Kapasitas Pabrik

“Perlu kita sampaikan ke publik, di awal 2019 total ekspor Sulawesi Selatan sampai hari ini Rp 800 miliar lebih. Kemudian, untuk Indonesia, di 2013, total ekspor sebanyak 33 juta ton. Pada 2018, naik menjadi 42 juta ton. Bayangkan, ekspor naik 10 juta ton dalam waktu 4 tahun,” ucap Amran.

Dia berharap, ekspor ini juga banyak dibicarakan. “Jangan yang impor 30 ribu ton itu yang dibahas terus 3 minggu.Tolong bahas ekspor kita naik 10 juta ton,” jelasnya. Sebelumnya, memang banyak pengamat dan politisi yang meributkan ekspor jagung sebanyak 30 ton yang dilakukan di awal tahun ini.


Amran menambahkan, capaian ekspor pertanian ini merupakan prestasi membanggakan. Ekspor semua komoditas mengalami kenaikan. Terhitung sejak 2014 hingga 2018, kenaikan ekspor nasional sebesar 29 persen. Nilainya mencapai Rp 500 triliun.

Berita Terkait : Ekonomi Global Melemah, Ekspor Terancam

“Ini adalah penopang ekonomi Indonesia. Ada dua hal yang menopang ekonomi Indonesia untuk bangkit, yaitu ekspor dan investasi. Hari ini kita dongkrak ekspor,” ujarnya.

Dalam ekspor ini, produk Indonesia langsung dikirim ke negara tujuan. Tidak lagi transit seperti dulu. Misalnya, dulu ekspor dari Lampung menuju India. Barang yang diekspor tersebut harus transit dulu di Thailand. Sekarang tidak lagi.


“Kami minta semua direct (langsung), dari Indonesia ke Eropa. Berkat kerja keras kita semua, kini langsung. Hasilnya, ekspor manggis terjadi kenaikan ratusan persen. Keuntunganya dinikmati petani kita,” ucapnya. KAL

RM Video