RMco.id  Rakyat Merdeka - Satgas Penanganan Covid-19 mengingatkan masyarakat tidak lengah dan tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes). 

Hal itu dilakukan supaya jerih payah kita berjuang melawan pandemi selama delapan bulan tidak sia-sia

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengungkap adanya kepatuhan penerapan protokol kesehatan yang baik, khususnya memakai masker di 217 kabupaten/kota (43,14 persen). 

Sementara 275 kabupaten/kota (54,67 persen) patuh menjaga jarak. “Jangan biarkan jerih payah kita selama delapan bulan, baik memperlihatkan penurunan tren kasus positif Covid-19, kematian serta peningkatan angka kesembuhan ini sirna begitu saja karena kelengahan kita,” tegas Wiku saat konferensi pers di Media Center Covid-19, Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (14/11). 

Wiku mengatakan, upaya menjaga kedisiplinan protokol kesehatan dipantau dengan Sistem Monitoring Perubahan Perilaku. 

Berita Terkait : Klaster Keluarga DKI Terus Meroket

Kata dia, perilaku kepatuhan individu masyarakat dan institusi di berbagai tempat di Indonesia dipantau dan dilaporkan secara real time, terintegrasi dan sistematis sampai level Rukun Tetangga/ Rukun Warga (RT/RW). 

“Tentunya, sebagai bentuk evaluasi masing-masing daerah, pimpinan maupun seluruh komponen masyarakat untuk memperketat kedisiplinan protokol kesehatan secara komprehensif,” katanya 

Pemerintah setempat juga harus menekan potensi kenaikan laju penularan Covid-19 sesuai pembagian kerja masing-masing. 

Sebagaimana tertuang dalam Inpres Nomor 6 Tahun 2020 untuk menegakkan kedisiplinan dan kepatuhan masyarakat dalam protokol kesehatan. 

Netizen ikut mengingatkan masyarakat agar tidak lengah dalam menghadapi pandemi. Yuliana Mayasar3 meminta warga tetap patuhi protokol kesehatan dengan menerapkan 3M, yakni Memakai masker, Mencuci tangan dan Menjaga Jarak. 

Berita Terkait : Menkes BGS: Industri Perlu Protokol Kesehatan Baru

“Bersama kita putuskan mata rantai Covid-19. Semangat basmi Covid-19,” ujar Yuliana Mayasar3. 

Aik_arif mengatakan, kita tidak pernah tahu siapa yang rentan tertular Covid-19 dan siapa yang bisa bertahan. 

Untuk itu, dia meminta masyarakat tetap berhati-hati dan jangan lengah. “Hindari kerumunan, jaga jarak, pakai masker, cuci tangan,” imbaunya. 

RahmaAl09499533 senang kasus aktif Covid-19 sudah mulai menurun. Kendati begitu, dia tetap mengimbau masyarakat tidak lengah dalam penegakan protokol kesehatan. 

“Covid-19 masih ada dan tren kasusnya masih naik terus. Jangan lengah, apalagi lehaleha sampai bilang pandemi ini nggak ada,” kata Jnessy_. Cangqybar mengingatkan pentingnya memakai masker. 

Berita Terkait : Pasien Covid-19 Butuh Dukungan, Bukan Cacian

Dia juga meminta masyarakat menghindari kerumunan, cuci tangan pakai sabun dengan benar dan tidak asal-asalan. Covid-19 masih ada. 

“Masyarakat Indonesia harus lebih hati-hati. Jangan sampai lengah karena Covid-19 masih merajalela. Hindari tempat keramaian demi meminimalisir penularan,” tutur B3doel_. 

TukangBatuBebas mengungkapkan, setiap hari di Indonesia ada puluhan yang orang yang meninggal karena Covid-19. Dia bilang, lengah terhadap protokol kesehatan akan membuka jalan menuju kematian. 

“Anda dan/atau keluarga Anda bisa jadi salah satunya jika lengah,” katanya. “Covid-19 merupakan virus yang nyata. Yuk, jangan sampai lengah, selalu ikuti protokol kesehatan agar terhindar dan tidak menulari orang-orang di sekitar,” tandas Pirara13. [ASI]