RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong penguatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk bertahan dan bangkit di tengah pandemi Covid-19.

KKP menyiapkan 900 paket bantuan stimulus berupa sarana sistem rantai dingin dalam bentuk chest freezer, peralatan pengolahan ikan dan perlengkapan pemasaran serta paket bantuan peralatan logistik berupa portable cold storage.

Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (Dirjen PDSPKP) Artati Widiarti mengungkapkan, para pelaku UMKM perlu mengantisipasi perubahan pola belanja masyarakat secara luas akibat Covid-19.

Saat ini, penggunaan aplikasi belanja berbasis internet serta jasa pengiriman barang semakin populer di masyarakat. Tak hanya itu, pandemi juga menyebabkan perubahan pola konsumsi masyarakat, termasuk juga pola konsumsi ikan. 

Baca Juga : Jerman Vs Spanyol, Timo Siap Nyeruduk

“Produk olahan ikan yang siap masak, siap makan, ikan kaleng, value added product seperti bakso ikan, otak-otak menjadi semakin diminati oleh masyarakat,” kata Artati dalam keterangannya yang diterima wartawan, kemarin.

Menurutnya, UMKM harus mulai melakukan inovasi, sehingga produknya diterima oleh masyarakat. Inovasi tidak harus selalu menghasilkan produk baru, dapat juga menggunakan produk lama dengan kelebihan yang baru. Misalnya, penambahan formula, kemasan, metode penyimpanan sehingga produk menjadi lebih awet dan mudah disajikan.

Karenanya, diperlukan penerapan cara pengolahan ikan yang baik dan prosedur standar sanitasi pada produk perikanan untuk memperoleh Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP).

“Produk perikanan yang dihasilkan harus memiliki kualitas tinggi, aman dan sehat dikonsumsi, tertelusur, memiliki nilai yang tinggi dan memiliki daya saing,” tutur Artati.

Baca Juga : Begini Cara Kemenperin Kerek IKM Pangan

Sebagai bentuk penguatan, Ditjen PDSPKP menyalurkan bantuan stimulus untuk Kabupaten Sukabumi senilai Rp 1,1 miliar dari total bantuan stimulus KKP melalui Ditjen PDSPKP sebesar Rp 36 miliar.

Bantuan yang diserahkan berupa sarana sistem rantai dingin yakni chest freezer sebanyak 16 paket untuk 15 kelompok pengolah. Kemudian, peralatan pengolahan sebanyak 17 paket untuk 16 kelompok pengolah dan peralatan pemasaran 13 paket di pasar Palabuhan Ratu. 

Artati menyebut, industri pengolahan ikan skala UMKM berkontribusi besar terhadap perekonomian rakyat, baik bagi pemilik maupun masyarakat yang ikut dipekerjakan.

Hal ini dilakukan di tengah situasi saat UMKM mendapat tantangan besar karena banyak yang terpaksa berhenti beroperasi dan tidak berproduksi. 

Baca Juga : Desember, Pelabuhan Patimban Siap Layani Ekspor Impor

“KKP berupaya membangkitkan kembali ekonomi UMKM sektor kelautan dan perikanan di masa pandemi Covid-19,” urainya. [QAR]