RMco.id  Rakyat Merdeka - Pelabuhan Patimban diyakini bakal menjadi pusat perdagangan internasional. Dengan begitu, perekonomian di dalam negeri bisa bangkit kembali.

Menteri Perhubungan (Men­hub), Budi Karya Sumadi me­mastikan, kesiapan operasion­al Pelabuhan Patimban awal desember 2020.

“Saya optimistis dapat menye­lesaikan Patimban akhir November. Diharapkan kita akan mulai soft opening pada Desember. Insyaallah Bapak Presiden Jokowi hadir untuk memberikan semangat kepada kita semua,” kata BKS, sapaan akrab Budi Karya Sumadi, dalam dialog pub­lik online bertajuk “Pelabuhan Patimban dan Geliat Ekonomi nasional” di Jakarta, kemarin.

Menurut BKS, selain peker­jaan fisik, kegiatan program keselamatan di pelabuhan juga dilakukan. Dia ingin pergerakan kapal dan lalu lintas barang yang semakin padat nantinya bisa berjalan lancar.

“Di darat, kami berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). dua tahun lagi ada jalan tol, tapi dalam waktu dekat ini sudah ada jalan­-jalan yang di­ improve agar angkutan dari dan ke Patimban ini berjalan dengan baik,” jelasnya.

Berita Terkait : Hari Ini Umroh Dibuka, Menhub Doakan Jemaah Asal Indonesia Mabrur

Eks Dirut Angkasa Pura II ini sangat mengharapkan operasi Pelabuhan Patimban menjadi pengungkit pemulihan ekonomi di 2021. Selain itu, keberadaan Pelabuhan Patimban juga bertujuan untuk menekan biaya logistik nasional.

Menurut BKS, pelaku usaha bisa semakin mengeksplorasi Patimban dan segera mem­buka lapangan kerja baru bagi masyarakat Indonesia, terutama di wilayah Subang.

Sekretaris Jenderal Kemente­rian Perindustrian (Kemenperin) Achmad Sigit Dwiwahjono mengatakan, pelaku industri menyambut baik kehadiran in­frastruktur tersebut. Menurutnya, pelabuhan yang diproyeksikan untuk menjadi hub internasional ini akan semakin menggairahkan industri otomotif.

“Kami ajak pelaku industri oto­motif dan kendaraan bermotor maupun produsen komponen spare part sampai industri bahan baku, menjadikan Patimban sebagai ke­ giatan ekspor impor,” ujarnya.

Ketua Umum Gabungan Indus­tri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Yohannes Nangoi me­minta, pemerintah mempercepat pengadaan akses jalan tol menuju Pelabuhan Patimban.

Baca Juga : Perda DKI Tanggulangi Covid-19 Tak Bertaring

“Kami sangat mengharapkan jalan tol itu sudah bisa ber­ operasi penuh,” katanya.

Menurut Yohannes, saat ini pelaku industri otomotif mu­lai menerima banyak permin­taan ekspor, seperti ke kawasan Timur Tengah. Pengiriman terse­but difasilitasi oleh kapal angkut dengan kapasitas 5.000 unit kendaraan.

“Satu trailer isinya sekitar 5 mobil. Jadi kalau kita mau mengekspor 5 ribu, kita perlu 1.000 truk mengangkut ken­daraan ke Patimban. Kalau jalannya belum masuk jalan tol, maka akan sangat lambat sekali,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Yohannes, lalu lintas nonstop trailer peng­angkut kendaraan juga berpo­tensi membuat cemas warga sekitar jika terus dilakukan bukan melewati jalan tol.

“Jadi, kami akan sangat tergan­tung dari kesiapan jalan tol menuju Patimban. Kalau tidak ada jalan tol akan sangat berat,” ujarnya.

Baca Juga : Kemendes PDTT Dorong Pengembangan Desa Maritim Di Wakatobi

Ekonom Senior Institute for development of Economics and Finance (Indef), Aviliani berharap, kehadiran Patimban menjadi titik awal Indonesia mengurangi beban neraca pembayaran kare­na pengangkutan ekspor impor mengandalkan kapal asing.

“Itu kapal asing bawa barang, kemungkinan kapal­kapal na­sional bisa kita dorong, sehingga dapat mengurangi dampak capital outflow dari sektor logistik,” ujarnya. [KPJ]