RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Sosial (Mensos), Juliari P Batubara mengingatkan, masyarakat terdampak pandemi Covid-19 tidak ragu melapor jika belum mendapatkan bantuan sosial tunai (BST). 

“Masyarakat bisa langsung datang ke pemerintah, kantor desa atau kecamatan. Laporkan bila belum mendapat bantuan,” kata Juliari dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (21/11).

Untuk diketahui, pada Jumat (20/11), Mensos meninjau penyaluran BST di Pemalang dan Purbalingga, Jawa Tengah.

Berita Terkait : Yang Belum Dapat Bansos, Jangan Ngadu Ke Medsos

Juliari tak manampik distribusi BST bukanlah hal yang mudah, karena harus ada sosialisasi jadwal, akurasi data penerima dan memastikan penyampaian surat kepada penerima. Tapi menurutnya, Pemalang merupakan daerah yang responsif. 

Hal itu dibuktikan dengan daya serap bantuan yang sesuai target. Semua itu kata Juliari, berkat keaktifan komunikasi dari kepala daerah dengan pihak Kementerian Sosial.

Dia pun mengapresiasi, sekaligus berterimakasih kepada Direksi PT Pos Indonesia (Persero) yang menjadi mitra pemerintah dalam membantu penyaluran BST. 

Berita Terkait : Salurkan Bantuan Sosial Tunai, PT Pos Kerahkan Seluruh Sumber Daya

Diketahui, PT Pos Indonesia bersama Himbara telah menyalurkan BST kepada 1.412.938 KPM di 35 kabupaten/kota yang tersebar di Provinsi Jawa Tengah. Di Kabupaten Pemalang tercatat, 38.952 KPM BST tersebar di 14 kecamatan, dengan nilai bantuan yang disalurkan Rp 11.685.600.000 per bulan.

Sementara BST di Kabupaten Purbalingga yang terdaftar sebanyak 30.603 KPM, semua itu tersebar di 18 kecamatan dengan nilai bantuan Rp 9.180.900.000 per bulan.

Terkait penyaluran BST tahap 8, telah direalisasikan pada November 2020 dan berlanjut hingga Desember tahun ini. Sementara BST tahap 9 dengan nilai bantuan Rp 300 ribu per bulan, dilakukan pada bulan Juli-Desember 2020. [BYU]