RMco.id  Rakyat Merdeka - Sebelum proses pembelajaran dibuka kembali di sekolah alias pelajar back to school, para kepala daerah diminta menambahkan terlebih dulu ruang khusus karantina bagi pasien Covid-19 di tiap daerah.

Syarat khusus itu dilontarkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, saat menanggapi wacana pengaktifan kembali proses belajar mengajar di sekolah.

“Dinas kesehatan harus terus menyiapkan tempat tempat karantina. kita mengantisipasi, jangan sampai terjadi lonjakan dari belajar tatap muka ini,” katanya, di Jakarta, kemarin.

Selain itu, lanjut Tito, fasilitas pengobatan seluruh rumah sakit di daerah juga perlu lebih ditingkatkan.

Berita Terkait : Tito Minta Kepala Daerah Proteksi Kegiatan Sekolah Tatap Muka

Dia mengakui, dalam waktu dekat, kementerian Dalam Negeri segera mengeluarkan surat edaran terkait upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di sekolah, yang harus ditindaklanjuti oleh setiap kepala daerah.

Surat edaran tersebut, berisi apa saja yang harus dikerjakan oleh kepala daerah melalui berbagai satuan kerja Perangkat Daerah (SKPD). Termasuk rencana kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan dokumen anggarannya. Hal itu, bertujuan agar upaya-upaya pencegahan di satuan pendidikan betul-betul dianggarkan oleh pemerintah daerah.

“Surat edaran ini segera kami buat dan minggu depan disampaikan kepada kepala daerah,” ujarnya.

Sembari menunggu surat, dari mulai sekarang Tito mempersilakan pimpinan daerah mengembangkan inovasi, sesuai kondisi daerah masing¬masing.

Berita Terkait : Tito Tak Sedang Menakut-nakuti

Dalam pencegahan penularan Covid, dia menyebut peran orang tua terhadap persiapan proses belajar tatap muka sangat penting, agar anak menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Misalkan, dengan menyiapkan hand sanitizer di saku anak sebelum berangkat ke sekolah.

“Peran Dinas komunikasi dan informatika (Diskominfo) dan Humas kabupaten/kota/Provinsi untuk mengingatkan para orang tua, agar anak¬anaknya begitu berangkat ke sekolah menggunakan masker juga penting. sehingga proteksi pada masing¬masing anak men¬jadi kuat,” jelasnya.

Selain itu, Tito juga meminta Dinas kesehatan proaktif melak¬sanakan testing secara reguler di satuan pendidikan, termasuk pesantren, dengan menggunakan biaya dari pemerintah daerah (Pemda).

Baca Juga : Satgas Covid-19 Wacanakan Peniadaan Libur Akhir Tahun

Selain itu, mantan kapolri ini juga meminta dukungan Dinas Perhubungan dan stakeholder terkait untuk mengupayakan keamanan pada sistem transportasi yang menjadi alat mobilisasi anak¬anak ke sekolah, dengan membuat aturan jelas penerapan prokes yang ketat.

Pasalnya, dikhawatirkan akan terjadi lonjakan jumlah penum¬pang dari anak¬anak sekolah bila belajar tatap muka telah aktif kembali.

“Kita juga perlu melakukan precaution (pencegahan ¬red), langkah¬langkah antisipatif agar anak¬anak kita dengan ada¬nya tatap muka. Mereka akan melakukan mobilitas dari rumah, yang tadinya belajar dari rumah mereka harus bergerak menuju sekolah,” tuturnya. [DIR]