RMco.id  Rakyat Merdeka - Antusias masyarakat yang bersedia disuntik vaksin Covid-19 sangat besar. Masyarakat sudah nggak sabar keluar dari kondisi serba susah ini.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melakukan survei nasional terkait penerimaan vaksin Covid-19. Survei dilakukan bersama Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (itaGi) dengan dukungan United Nations Childrens Fund (UniCeF) dan World Health Organization (WHO).

Survei ini dilakukan untuk memahami pandangan, persepsi dan perhatian masyarakat tentang vaksin Covid¬19.

Dilaksanakan 19.30 September 2020, survei ini mendapatkan tang¬gapan lebih dari 115.000 orang dari 34 provinsi, yang mencakup 508 kabupaten/kota.

Dilansir dari covid.go.id, hasil survei menunjukkan tiga perempat dari seluruh responden menjawab bahwa mereka sudah pernah mendengar tentang vaksin Covid¬19.

Ada pun dua pertiga responden menyatakan bersedia menerima vaksin Covid¬19. Hasil survei juga menyatakan, tujuh persen res ponden menolak vaksin.

Berita Terkait : 107,2 Juta Warga Bakal Divaksin

Berbagai alasan menjadi dasar penolakan mereka, mulai dari khawatir akan faktor keamanan, efektivitas hingga kehalalan vaksin.

Sekretaris Jenderal Kemenkes, Oscar Prima di mengatakan, saat ini pemerintah tengah memastikan aspek keamanan vaksin dari para produsen vaksin Covid¬19.

Selain itu, pemerintah juga memperhatikan aspek kehalalan vaksin Corona.

“Sambil menunggu ketersediaan vaksin di Indonesia, kegiatan sosialisasi edukasi seputar vaksin Covid-19 akan terus dilakukan ke pada masyarakat,” ujarnya.

Untuk diketahui, tingkat penerimaan vaksin ber bedabeda di setiap provinsi, tergantung latar belakang ekonomi, status pendidikan, domisili dan keyakinan agama.

Kelompok masyarakat dengan tingkat informasi lebih banyak seputar vaksin dan memiliki asuransi kesehatan cenderung menerima pemberian vaksin Covid¬19.

Baca Juga : Dudung Digadang-gadang Jadi Calon Panglima TNI

Netizen banyak yang berharap vaksin Covid-19 segera terealisasi. Indahariani berdoa, semoga lancar semua persiapannya dan Indonesia benar-benar bisa punya vaksin Covid¬19 awal 2021.

“Saya sangat setuju dan bagian bawah pemerintah mampu menghadirkan vaksin Covid¬19 dengan standarisasi yang baik,” timpal edgar_siregar.Je_Ly menuturkan, rasa khawatir masyarakat soal keamanan dan kehalalan vaksin Covid¬19 merupakan hal yang manusiawi.

Soalnya, Covid¬19 belum ada vaksinnya. “Teknologi, SDM yang ada sekarang, saya yakin vaksin tidak akan lama lagi,” ujarnya, optimis.anakjalanjajan menanti vaksin Covid¬19 karya anak bangsa.

Vaksin merah Putih, sebagai vaksin Covid¬19 karya anak bangsa, sekarang sedang dikembangkan enam perguruan tinggi dan lembaga penelitian terkemuka di Indonesia.

“Saya sudah siap. Dan seluruh rakyat indonesia juga siap untuk divaksin,” tukas Klenting-kuniing.

Widas Satyo mengatakan, edukasi masif dan persuasif harus terus dilakukan agar warga bersedia menerima vaksin Covid¬19.

Baca Juga : Terawan Banyak Nodanya

Kendati pun ada masyarakat yang menolak divaksin, pemerintah tetap harus concern kepada kelompok tersebut. “Jangankan vaksin Pak, beras pera yang banyak kutunya saja masih antusias rakyat mah. Yang penting gratis,” ungkap BO¬riS72695657.

Menurut Lambedigdoyo, banyak masyarakat yang berharap segera disuntik vaksin Covid¬19. Dia mencontohkan kasus ujiklinis di Bandung, banyak relawan antre. Bahkan, yang dari luar Kota Bandung banyak sebenarnya kepengin juga divaksin.“Terakhir kali gua ngarep banget sampe berdoa waktu mau masuk ITB. tapi sekarang, sumpah ngarep banget nih vaksin Corona cepet keluar. aaaaaaa kangen temen¬temen,” kata Bangsatantya. [ASI[