RMco.id  Rakyat Merdeka - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny K Lukito membocorkan hasil inspeksi kehalalan vaksin Covid-19 produksi perusahaan farmasi asal China, Sinovac. Vaksin produksi Sinovac, katanya, memenuhi syarat untuk mendapat label halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Dari aspek mutu, berdasarkan hasil inspeksi yang didapatkan BPOM, Biofarma dan Majelis Ulama Indonesia, aspek halalnya bisa dikatakan sudah memenuhi, sudah sesuai aspek obat yang baik,” kata Penny, di Jakarta, kemarin.

Berita Terkait : BPOM Awasi Kualitas Vaksin Sinovac Sampai Daerah

Namun, lanjutnya, pemerintah terus memantau perkembangan uji coba vaksin sinovac yang memasuki uji klinis fase III di Bandung, Jawa Barat. BPOM juga akan mengumpulkan data uji klinis sinovac yang dipadukan dengan data dari negara lain, seperti Brazil.

Karena itu, doktor dari Universitas Wisconsin–Madison, Amerika Serikat (AS) ini menyebut, BPOM belum memberikan otorisasi penggunaan darurat (Emergency Use Authorization- EUA) bagi vaksin Covid-19 Sinovac, meski sudah mendapat data aspek keamanan, khasiat dan mutu vaksin.

Berita Terkait : Fatwa MUI: Vaksin Sinovac Halal Dan Suci

Menurutnya, perlu keseksamaan lebih lanjut untuk memberi EUa bagi sinovac. “Aspek keamanan akan terus kita pantau selama tiga bulan, sampai enam bulan penuh ke depan. kita butuh vaksin yang tidak hanya bermutu dan aman, tapi juga efektif, memiliki khasiat yang baik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Penny mengatakan BPOM juga mengumpulkan data soal bagaimana vaksin sinovac dapat memunculkan antibodi ke tubuh manusia, sehingga seseorang dapat kebal terhadap Covid-19.
 Selanjutnya