RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya mengejar swasembada protein hewani dan meningkatkan kualitas dan produksi ternak dengan meluncurkan Bank Pakan. Nah, salah satu pilot project Bank Pakan ini, berada di Nusa Tenggara Barat (NTB).

Direktur Pakan, Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementan, Makmun bersama Sekretaris Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) baru saja meluncurkan Bank Pakan di Kelompok Tani Ternak Bumbang Wetan di Desa Mertak Kecamatan Pujut Kabupaten Lombok Tengah Provinsi NTB pada Senin (23/11).

Ia menyampaikan, Desa Mertak ini merupakan desa yang kaya sumber pakan. Karenanya, desa ini menjadi salah satu lokasi Pilot Project Pengembangan Bank Pakan di Indonesia. "Bank Pakan ini nantinya berperan dalam mengelola pakan dari bahan pakan segar menjadi pakan olahan yang salah satunya adalah pakan fermentasi atau pakan awetan seperti silase untuk ternak ruminansia yang dapat tahan selama 1 sampai 2 tahun," ungkap Makmun.

Ditambahkanya, Bank Pakan ini juga akan diarahkan menjadi pusat pengolahan pakan. Harapannya, ke depan, dapat membuat green concentrate yang bahan bakunya berasal dari tanaman hijauan pakan, antara lain Indigofera dan Lamtoro Taramba yang dapat ditanam sendiri oleh peternak. Di Desa Mertak sendiri, terdapat kurang lebih 50 hektare area lahan kebun rumput milik kelompok yang sudah dimanfaatkan, sementara 20 hektar lainnya telah ditanami Lamtoro Taramba.

Berita Terkait : Kementan Raih Penghargaan Pengelolaan Barang Dan Jasa Paling Transparan

Selain itu, masih banyak lahan hijauan pakan ternak milik perorangan yang dapat dimanfaatkan untuk memasok bahan pakan ternak untuk Bank Pakan ini. Lebih lanjut Makmun menilai, pada masa pandemi Covid-19 ini, yang bisa tetap tumbuh dan berjalan menghidupi ekonomi, salah satunya yaitu sektor pertanian.

Untuk itu, menurutnya sektor pertanian patut berbangga bisa menjadi penopang ekonomi negara. "Jadi berbanggalah dan berbahagialah kita sebagai petani dan peternak, karena dapat menjadi penopang ekonomi kehidupan yang masih terus berlangsung di tengah pandemi Covid," imbuhnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal (Dirjen) PKH Kementan, Nasrullah menyampaikan, kebutuhan konsumsi protein asal ternak diprediksi meningkat dua kali lipat pada tahun 2030. Maka, adanya Bank Pakan bisa menjadi salah satu solusi untuk tetap mendukung swasembada protein hewani.

"Hampir 70 persen kesukseskan program peternakan tergantung kesiapan atau ketersediaan pakannya. Oleh karena itu inovasi Bank Pakan dibangun untuk menjamin ketersediaan pakan ternak sepanjang tahun," ujar Nasrullah.

Berita Terkait : Bertahan Di Tengah Pandemi, Kementan Apresiasi Peternak Sapi Perah Di Jakarta

Ia menambahkan, program ini juga harus menjadi gerakan massif bagi para petani dan peternak di tengah masyarakat. Bank Pakan ini bisa menjasi solusi karena merupakan komoditas baru yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyrakat petani dan peternak.

Lebih lanjut, dalam kerangka kebijakan pembangunan nasional, pembangunan pertanian utamanya sub sektor peternakan, berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan melalui penyediaan protein hewani asal ternak.

"Tapi, harus diikuti oleh peningkatan populasi ternak dan peningkatan produksi pakan dalam memenuhi kebutuhan ternak. Maka itulah fungsi Bank Pakan," ucap Nasrullah.

Dijelaskannya, seiring dengan upaya peningkatan produksi dan penyediaan pakan secara berkelanjutan, maka memang perlu dibentuk dan dikembangkan kelembagaan atau unit usaha pakan yang mendukung penyediaan secara mandiri, terjangkau, bermutu dan berkelanjutan serta dapat dikelola menjadi komoditi usaha baru bagi peternak berupa Bank Pakan.

Baca Juga : Papua Wilayah Sah NKRI, Separatis OPM Wajib Ditumpas Habis

Ditjen PKH Kementan juga telah memfasilitasi bantuan sarana dan prasarana pengolahan pakan melalui kegiatan Pilot Project Bank Pakan Tahun 2020. Adapun lokasinya yaitu di Kabupaten Lombok Tengah Provinsi NTB dan Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung.

Terkait manajemen usaha Bank Pakan, Nasrullah menyebut pihaknya juga sudah membangun sistem aplikasi Bank Pakan Online. Hal ini untuk memudahkan Bank Pakan melakukan pelaporan produksi, distribusi dan harga pakan secara online serta menjadikannya sebagai database online.

"Dengan adanya database online Bank Pakan, diharapkan kinerja Bank Pakan dapat dimonitor secara realtime dan dievaluasi baik oleh Bank Pakan, maupun Dinas Kabupaten, Kota, Provinsi dan Pusat," jelas Nasrullah. [KAL]