RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah telah menyalurkan insentif kepada 681.000 tenaga kesehatan (nakes) di pusat dan daerah sebesar Rp 5,5 triliun. 

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, hingga 25 November 2020 anggaran yang digelontorkan baru sekitar 77 persen dari total anggaran Rp 7,22 triliun. 

“Kita harus tetap membantu agar mereka tetap bisa diringankan, dengan melakukan disiplin protokol kesehatan,” kata Sri Mulyani saat konferensi pers tentang Update Perekonomian di Tengah Pandemi di Jakarta, kemarin. 

Dia merinci, insentif tersebut disalurkan kepada 68,35 tenaga kesehatan di pusat dan daerah. 

Pemerintah juga telah memberikan santunan kepada tenaga kesehatan yang meninggal dunia sebanyak Rp 400 miliar untuk 125 keluarga tenaga kesehatan yang gugur. 

Berita Terkait : Menteri Basuki Anggarkan Rp 12 Triliun Untuk Padat Karya Tunai

Santunan itu mewakili 63 persen dari pagu anggaran yang disiapkan, yaitu Rp 600 miliar. 

“Dan ini harus terus mengingatkan kita untuk berupaya mencegah penularan Covid-19,” ujarnya. 

Sri memastikan, pemerintah akan terus menggunakan anggarannya untuk fokus menangani bidang kesehatan, dari mulai pengadaan vaksin hingga tes Covid-19 pada tahun ini maupun tahun depan. 

Menurut dia, pemerintah akan mengalokasikan lebih dari Rp 169 triliun untuk penanganan bidang kesehatan pada tahun depan. 

Terutama untuk testing, pengadaan vaksin, program vaksinasi, perbaikan sarana prasarana dan penelitian pengembangan Vaksin Merah Putih. 

Berita Terkait : Semoga Tak Ada Lagi Nakes Yang Gugur Karena Covid-19

“Fokus kita untuk 2021 tetap di bidang kesehatan. Bagaimana kita bisa membuat masyarakat bertahan di dalam menjalankan kegiatan sehari-hari saat Covid19 masih ada,” katanya. 

Dia mengatakan, saat ini Kementerian Keuangan bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sedang menghitung jumlah vaksin yang akan diadakan untuk akhir tahun ini hingga awal tahun depan. 

“Kita dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian BUMN tengah menghitung berapa jumlah populasi dan segmen populasi mana yang akan diprioritaskan,” ujarnya. 

Sementara, total pagu penyesuaian anggaran untuk bidang kesehatan dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) mencapai Rp 97,90 triliun. 

Angka tersebut sudah termasuk Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SILPA) untuk vaksin sebesar Rp 30 triliun. Secara total, realisasi anggaran bidang kesehatan dana PEN mencapai Rp 40,32 triliun atau 41,2 persen dari pagu. 

Berita Terkait : Menteri BGS Sampaikan Duka Mendalam Kematian Nakes Saat Menangani Covid-19

Tetapi, jika SILPA tidak dihitung, maka realisasinya mencapai 59,5 persen.Selain insentif nakes dan santunan kematian, dana anggaran kesehatan digunakan untuk dana belanja penanganan Covid-19 yang terealisasi Rp 25,03 triliun atau 55 persen dari pagu Rp 45,19 triliun. 

Sedangkan, anggaran Gugus Tugas Covid-19 yang terealisasi Rp 3,22 triliun atau 94 persen dari pagu Rp 3,43 triliun dan bantuan iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang terealisasi Rp 2,7 triliun atau 90 persen dari pagu ¬Rp 3 triliun. Kemudian, insentif perpajakan bidang kesehatan yang terealisasi Rp 3,78 triliun. [DIR]