RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah akhirnya memutuskan untuk mengkorting liburan atau cuti bersama akhir tahun. 

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, libur akhir tahun telah dikurangi 3 hari dari rencana semula. "Dengan demikian, secara teknis pengurangan libur itu ada tiga hari yaitu  28-30 Desember," kata Muhadjir dalam konferensi pers virtual, di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Selasa (1/12).

"24 Desember itu cuti bersama natal, 25 itu natalnya, dan 26 itu haru Sabtu, 27 itu hari Minggu," imbuhnya.

Berita Terkait : 75 Ribu Orang Booking Tiket Garuda Indonesia

Pada tanggal 28 sampai 30 Desember, pemerintah memutuskan untuk tidak libur. Libur dimulai lagi pada 31 Desember 2020 sampai dengan 3 Januari. 

"Rinciannya, 31 Desember itu adalah libur pengganti Idul Fitri, 1 Januari karena tahun baru, dan 2 Januari itu adalah Sabtu, 3 Januari juga Minggu," jelas Muhadjir.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan inj menuturkan, hari libur yang batal diberlakukan, tidak akan diganti. Karena statusnya adalah pemangkasan. Bukan penundaan libur.

Berita Terkait : Tolong, Jangan Ada Libur Panjang Akhir Tahun

"Dikurangi berarti tidak akan diganti. Ini dipangkas, dikurangi. Jadi, tidak akan diganti," ujar Muhadjir.

Ia mengungkap, sebagai upaya untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19, Presiden Jokowi memang meminta jumlah hari dalam libur panjang akhir tahun dikurangi. 

"Masalah libur, cuti bersama akhir tahun termasuk libur pengganti cuti bersama Hari Raya Idul Fitri, Bapak Presiden memberikan arahan supaya ada pengurangan," jelasnya. 

Berita Terkait : Innalillahi Wainna Ilaihi Rojiun

"Beliau memerintahkan supaya segera ada rapat koordinasi yang dilakukan oleh Kemenko PMK dengan kementerian/lembaga terkait. Terutama, berkaitan masalah libur akhir tahun dan pengganti libur cuti bersama Idul Fitri," pungkas Muhadjir. [DIR]