RMco.id  Rakyat Merdeka - Ada 2.020 hoaks seputar Virus Corona beredar di media sosial. Masyarakat harus hati-hati dengan informasi yang seliweran. 

Menurut Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Semuel Pangerapan, terdapat tiga jenis infodemi yang beredar di Indonesia.

Pertama, berupa disinformasi. Yakni, informasi sengaja dibuat salah untuk mendestruksi apa yang sudah beredar. Kedua, malinformasi. 

Yaitu, info yang faktual, namun dibuat dengan tujuan tertentu. Ketiga, misinformasi, yaitu informasi yang diberikan tidak tepat, namun tidak ada unsur kesengajaan. 

“Berdasarkan data internal, sejak 23 Januari hingga 18 Oktober, terdapat 2.020 konten hoaks seputar Covid-19 di media sosial. Yang sudah diturunkan (take down) berjumlah 1.759,” beber Semuel belum lama ini. 

Kemenkominfo, lanjut Semuel, perlu meluruskan informasi yang beredar seputar Covid-19. Kata dia, pengendalian informasi bukan untuk membatasi kebebasan berekspresi masyarakat atau kebebasan berpendapat. 

Baca Juga : Lutfi Suntikkan Vitamin

“Tapi, informasi-informasi yang salah perlu diluruskan agar tidak meresahkan masyarakat,” ujarnya. 

Semuel menjelaskan, dalam menangani konten yang berpotensi hoaks, pihaknya selalu melakukan pengujian fakta, verifikasi, informasi yang masuk ke beberapa pihak. 

Jika informasi tersebut setelah diverifikasi tidak benar, maka akan distempel hoaks. Netizen bernama Suherman meminta Kemenkominfo lebih tegas lagi menindak para penyebar hoaks. 

“Polri akan menindak tegas oknum pengguna media sosial yang menyebarkan informasi tidak benar mengenai Virus Corona di platform media sosial,” saut Albert Solo. 

Menurut Putri Ristanti, tidak semua informasi di internet terkait Virus Corona benar dan valid. 

Sebab itu, bijaklah memilih informasi agar tidak membuat masyarakat resah. Commuterline mengatakan, informasi terkait Covid-19 semakin banyak beredar. Tetapi, di antara informasi tersebut tentu tidak semuanya benar. 

Baca Juga : Ngeri Juga Ngiri

“Waspada terhadap penyebaran Virus Corona dan penyebaran hoaks,” wanti-wanti dia. Dharsono mengatakan, menghentikan penyebaran hoaks tentang Corona lebih mudah karena ada wujudnya dan orangnya. 

Yang sulit, adalah penyebaran Virus Corona yang ghaib dan diam, tapi bergerak cepat. 

“Virus mengikuti manusia yang tidak patuh 3M (Memakai masker, Mencuci tangan dengan sabun dan Menjaga jarak),” kata dia. 

Cakrabirawa Gunawan mengajak masyarakat tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19. Dia juga meminta masyarakat meningkatkan sikap mawas diri terhadap berita hoaks tentang Covid-19. 

“Dalam rangka menyikapi Corona, kita tidak harus panik yang berlebihan. Kita cari informasi yang benar dan lengkap,” ujar Meilia Wuryatanti menyambung. 

Dalam rangka pecegahan penyebaran Covid-19, Jeqson mengimbau netizen tidak menyebarkan hoaks dan isu sara. Yang penting dilakukan saat ini, tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan. 

Baca Juga : Sudah Pandemi, Kena Resesi

Media Maju meminta masyarakat stop hoaks dan tidak mengarang cerita seakan-akan pemerintah mengada-ada soal Virus Corona. 

Dia menegaskan, pemerintah terus bekerja keras mengatasi Virus Corona ini. 

“Bila ada yang terinfeksi, pemerintah juga yang menanggung,” kata dia. 

Mahendra Suraja mengatakan, warga yang menyebar hoaks dan membuat informasi tidak benar tentang Covid-19, tidak akan berguna bagi masyarakat. Apalagi, informasi dan asumsi yang dibangun bukan pada bidang ilmu yang dikuasai. 

Mahendra mengajak masyarakat yang masih ragu dengan informasi tentang Covid-19, untuk mengakses perkembangan terbaru melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19, Kementerian Kesehatan dan World Health Organization (WHO). “Tolak aksi bodoh di tengah pandemi,” tegasnya. [TIF]