Banten Canangkan Gerakan Eliminasi TBC

Klik untuk perbesar
Gubernur Banten Wahidin Halim. (Foto: Istimewa).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Dalam rangka upaya membebaskan dari tuberkulosis yakni penyakit infeksi yang disebabkan oleh mycobacterium tuberkulosis, Gubernur Banten Wahidin Halim menerbitkan Instruksi Gubernur (INGUB) tentang Gerakan Banten Eliminasi TBC melalui Temukan, Obati Sampai Sembuh Bersama.

Gerakan ini merupakan komitmen pemerintah provinsi (Pemprov) Banten terhadap peningka￾tan kesehatan masyarakat khususnya dalam pengendalian tuberculosis yang saat ini masih menjadi perhatian pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah.

Berita Terkait : Suap Izin Tinggal Turis, Pejabat Imigrasi NTB Diciduk KPK

Hal itu disampaikan Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten M Yusuf didampingi Kepala Bidang P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten Wahyu Santoso saat membuka kegiatan Penguatan Koordinasi Banten TOSS TBC di aula Dinkes Provinsi Banten, KP3B, Curug, Kota Serang pada Selasa (19/3).


Wahyu menjelaskan, penyakit TBC masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Saat ini Indonesia menduduki peringkat ke- 3 dengan kasus terbanyak di dunia setelah India dan China.

Berita Terkait : Bersihkan Jalan Thamrin, Anies Dinyinyirin Loyalis Ahok

Di Provinsi Banten, berdasarkan data yang terlaporkan melalui website SITT (sistem informasi tuberkulosis terpadu) dan penyisiran kasus di rumah sakit berjumlah 38.127 kasus atau sekitar 98 persen dari target penemuan, dengan angka keberhasilan pengobatan (sr) kasus TBC tahun 2017 sebesar 90 persen.

Terkait hal tersebut, sebagai bentuk komitmen Pemprov Banten terhadap peningkatan kesehatan masyarakat khususnya dalam pengendalian tuberculosis, Gubernur Banten pada 13 Mei 2018 lalu telah mencanangkan Gerakan Banten Eliminasi Tuberkulosis melalui Temukan Obati Sampai Sembuh Bersama.
 Selanjutnya 

RM Video