Mensos Sawer Rp 2,8 Miliar Korban Banjir Jayapura

Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto : twitter@kemensosRI)
Klik untuk perbesar
Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto : twitter@kemensosRI)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Ahli waris korban meninggal banjir bandang di Kabupaten Jayapura, resmi mendapat san­ tunan Rp 2,8 miliar. Bantuan logistik dan santunan ini atas perintah dari Jokowi.

Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, bantuan itu diberi­kan setelah mendapat instruksi dari Presiden Jokowi agar ke­butuhan dasar warga terdampak bencana di Jayapura, dapat terpenuhi dalam waktu secepat- cepatnya. Untuk itu, kemente­riannya menyalurkan bantuan logistik secara bertahap.

Berita Terkait : Gandeng Asosiasi, Kemenperin Bantu Korban Banjir Lebak

“Bantuan terdiri dari bantuan makanan siap saji dan lauk pauk, makanan anak, peralatan evakuasi, peralatan keluarga, selimut dan paket sandang, serta perlengkapan Tagana,” kata Mensos, kemarin.

Menurut Agus, saat ini ban­tuan tahap pertama sudah sampai di lokasi. Sementara untuk tahap kedua masih dalam proses pengiriman. “Berseiring dengan bantuan-bantuan terse­but, juga dilakukan asesmen warga terdampak bencana, mobilisasi personel Taruna Siaga Bencana (Tagana),” katanya.

Berita Terkait : Wow, Pengusaha Taksir Kerugian Banjir Jakarta Capai Rp 1 T

Jumlah Tagana yang ditu­runkan dilapangan sebanyak 90 orang. Mereka ditugaskan membantu membersihkan, mengelola dapur umum, serta mobilisasi bantuan dan pendampingan pengungsi. “Saya juga telah meminta agar pendataan korban me­ ninggal dipercepat sehingga santunan ahli waris korban meninggal dapat segera disa­lurkan,” ujarnya.

Diketahui, banjir di Kabu­paten Jayapura, berawal dari hujan dengan intensitas de­ras, pada Sabtu (16/3), Pukul 18.00-20.00 WIT, dan menga­kibatkan banjir bandang di empat distrik. Yakni distrik depapre, distrik revenirara, distrik Sentani barat, dan dis­trik waibu.

Berita Terkait : Pertamina Salurkan Bantuan Banjir dan Longsor di Bogor

Kemensos, lanjut Agus, telah mendirikan dua dapur umum dan melayani pengungsi. Dapur umum terletak di Halaman Kantor Bupati dan BPBD, serta beberapa dapur umum mandiri. Menyusul berikutnya akan didirikan dapur umum di Sil Sentani oleh Dinsos.

Data yang dihimpun tim Kemensos di lapangan hingga 19 Maret pukul 23.00 WIB, Banjir bandang telah menye­ babkan 97 korban meninggal, 79 jiwa hilang, 84 jiwa mengalami luka berat, 75 jiwa luka ringan, dan 9.725 KK mengungsi di enam titik pengungsian. [QAR]