Beresin DPT, Imigrasi Perketat Pengawasan WNA

Klik untuk perbesar
Warga sedang melihat DPT di Jakarta. (Foto : istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menjelang pemilu serentak, Kantor Imigrasi memperketat pengawasan Warga Negara Asing (WNA) yang masuk di Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Barat, Lumaksono mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Koramil, Kapolsek, intelijen dan Bawaslu untuk mencegah keikutsertaan WNA pada 17 April 2019.


“Kami bersama tim penga­ wasan orang asing Jakbar rapat dengan stakeholder, dari kantor kecamatan, Koramil, Kapolsek, dukcapil dan Bawaslu serta ja­ jaran aparat intelijen lainnya. Kami berusaha melakukan pengawasan terhadap WNA supaya tidak masuk DPT,” kata Lumaksono, di Kantor Imigrasi Jakarta Barat, kemarin.

Berita Terkait : Berkinerja Baik, TGB Raih Penghargaan Dari Presiden

Ia menjelaskan , meski di be­berapa daerah ditemukan adanya WNA sebagai DPT. Namun di kawasannnya, Jakbar belum dite­mukan adanya WNA masuk DPT. Tapi, hal itu tak membuat pengawasan yang dilakukan Imigrasi kendor. Ia berjanji, pengawasan akan terus dilaku­kan sampai hari pencoblosan pada 17 April.

“Sampai saat ini, kami ter­us berkoordinasi dengan tim Bawaslu, untuk Jakarta Barat nihil. Jangan sampai ada orang asing masuk DPT,” tuturnya.


Sementara, Komisi Pemilihan Umum (KPU) kembali men­coret 370 WNA yang memiliki e-KTP terdaftar di DPT. “Sudah dilakukan pencore­tan WNA yang memiliki KTP elektronik masuk dalam DPT sebanyak 370 semuanya sudah dicoret, dan insya Allah tidak masuk DPT,” kata Komisioner KPU Viryan Aziz.

Berita Terkait : DPD Berpeluang Rebut Kursi Ketua MPR

KPU, katanya, terus melaku­ kan koordinasi dengan lemba­ga penyelenggara pemilu serta lembaga-lembaga terkait, agar KTP elektronik tersebut tidak digunakan memilih. “Bagaimana yang bersang­ kutan agar tidak menggunakan hak pilih pencoretan tersebut, dilakukan oleh jajarannyaa dan kita bisa menginformasikan kepada aparat penyelenggara pemilu di tingkat bawah agar KTP elektroniknya dipastikan tidak digunakan oleh yang bersangkutan untuk datang ke TPS sebagai pemilih DPT kar­ena sudah dicoret,” lanjutnya.

Viryan mengatakan, ke 370 WNA yang terdaftar di DPT ke­ banyakan di daerah Jawa Barat. “Jadi 370 itu sudah masuk yang pertama jadi kita akumu­lasi dari 370 itu paling banyak Jawa Barat,” tuturnya.


Sebelumnya, KPU telah mencoret atau menghapus 101 nama WNA pemilik KTP elek­ tronik dari DPT pada Pemilu 2019. Awalnya, Ditjen Dukcapil Kemendagri menginformasikan temuannya atas 103 nama WNA pemilik KTP elektronik yang masuk dalam DPT. Setelah ditelusuri KPU, han­ ya terdapat 102 nama WNA yang masuk dalam DPT, dan di antara 102 nama tersebut, ter­dapat dua nama pemilih ganda atas nama Guillaume. [DIR]

RM Video