Menteri Muhadjir Pamer Keberhasilan Pendidikan Lewat "Gebyar Dikbud"

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy didampingi Wakil Ketua Komisi X DPR, Reni Marlinawati dan Bupati Sukabumi Marwan Hamami saat menyerahkan hadiah sepeda kepada siswa SD yang berhasil menjawab pertanyaan di Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (22/3/2019). (Foto : Antara/Aditya AR)
Klik untuk perbesar
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy didampingi Wakil Ketua Komisi X DPR, Reni Marlinawati dan Bupati Sukabumi Marwan Hamami saat menyerahkan hadiah sepeda kepada siswa SD yang berhasil menjawab pertanyaan di Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (22/3/2019). (Foto : Antara/Aditya AR)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyosialisasikan keberhasilan pemerintah dalam bidang pendidikan. Program yang diluncurkan di antaranya pengentasan anak putus sekolah, bantuan opeasional sekolah, pengangkatan guru honorer hingga penyediaan sumber daya manusia (SDM) lulusan SMK yang siap kerja.

Kegiatan itu dikemas melalui "Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud)" di Gedung Olahraga (GOR) Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Jumat, (22/3).

"Gebyar Dikbud ini sebagai bentuk pertanggung jawaban Kemendikbud pada publik terkait apa saja yang telah dicapai selama empat tahun terakhir. Sekaligus menyosialisasikan berbagai program unggulan untuk meningkatkan kualitas pendidikan," kata Mendikbud, Muhadjir Effendy di Sukabumi, Jumat seperti dilansir Antara.

Baca Juga : Sosialisasi Empat Pilar MPR di Gorontalo, Fadel Cerita Usulan Amandemen UUD 1945

Menurutnya, sosialisasi program ini perlu dilakukan agar seluruh elemen pendidikan mulai dari guru, dinas terkait, pemerintah daerah hingga pelajar mengetahuinya sehingga program tersebut bisa terserap, khususnya di daerah.

Dipilihnya Sukabumi mejadi lokasi "Gebyar Dikbud", kata dia, karena di daerah ini mempunyai banyak sekolah yang bisa mencetak SDM andal, baik yang siap kerja dan bersaing dengan negara lain.

"Pemerintah sangat memerhatikan terhadap dunia pendidikan di Indonesia sehingga, kami banyak memiliki program yang tentunya langsung ke sasaran. Ini dilakukan agar kualitas pendidikan terus meningkat," tambahnya.

Baca Juga : 188 WNI Dari KRI dr Suharso-990 Mulai Jalani Tahapan Observasi

Sementara itu, Bupati Sukabumi Marwan Hamami mengatakan dengan dibangunnya berbagai insfrastruktur oleh pemerintah pusat, salah satunya tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) bisa mempercepat pertumbuhan kualitas pendidikan di daerah yang dipimpinnya.

Apalagi dengan adanya jalan bebas hambatan itu Kabupaten Sukabumi yang diapit dua Ibu Kota, yakni DKI Jakarta dan Ibu Kota Jabar, Bandung dengan akses ini masyarakat yang ingin mendapatkan dan melanjutkan pendidikan akan mudah terjangkau.

Ia juga memaparakan mengenai angka partisipasi kasar (APK) pendidikan anak usia dini (PAUD) mencapai 57,7 persen, kemudian APK SD 113,28 persen sementara angka partisipasi murni (APM) SD 99,5 persen, selanjutnya APK SMP 103,6 persen dan APM 79,73 persen.

Baca Juga : Cari Nurhadi di Senopati, KPK Pulang dengan Tangan Hampa

Dukungan untuk bidang pendidikan di Kabupaten Sukabumi dari APBD, katanya, mencapai Rp79 miliar. anggaran tersebut dibagi untuk empat persoalan yakni wajib belajar pendidikan dasar (Wajar Dikdas) 9 tahun yang di dalamnya insentif guru honor SD dan SMP. Beasiswa untuk anak rawan DO, program PAUD, insentif untuk guru honor PAUD.

"Kemudian dalam meningkatkan kualitas tersebut anggaran yang disediakan dari APBD juga digunakan untuk peningkatan mutu pendidik dan tenaga pendidikan serta program pelayanan pendidikan," katanya. [IPL]