Bicara Pemilu Dengan AHY

Wiranto : Bukan Kubu-kubuan

Menkopolhukam Wiranto saat bertemu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di kantor Menkopohukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (22/3). (Foto : twitter@wiranto1947)
Klik untuk perbesar
Menkopolhukam Wiranto saat bertemu Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di kantor Menkopohukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (22/3). (Foto : twitter@wiranto1947)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menkopolhukam Wiranto bertemu dengan Agus Harimurti Yudhoyono alias AHY di kan­tornya, kemarin. Wiranto mengungkapkan pertemuan itu untuk membahas bagaimana pemilu bisa berjalan damai, aman dan lancar. Bukan soal kubu-kubuan.

AHY tiba di kantor Menkopol­hukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta sekitar pukul 2.30 siang. Putra sulung SBY ini tampil resmi. Kemeja putih dibalut jas hitam tanpa dasi. Rambut pendeknya tersisir rapi. Sebuah pin berlambang mercy tersemat di dada kirinya. Turun dari mobil, AHY langsung masuk.

Baca Juga : Deputi Pencegahan dan Plt Juru Bicara KPK Diadukan ke Dewas

Ditanya soal kedatangannya, AHY tak mau banyak bicara. “Nanti saja,” katanya. Belakangan diketahui, AHY menemui Wiranto di ruangannya. Setengah jam berlalu, keduanya muncul di depan pintu.

Kepada wartawan, Wiranto mengatakan pertemuannya itu sebagai hal yang biasa. Sebagai seorang menteri yang mengurusi politik, hukum dan keamanan, bekas Panglima Abri ini mengaku sudah biasa menerima siapa saja. “Jadi ini bukan (soal) kubu-kubuan,” kata Wiranto.

Baca Juga : Komisi VII DPR Akan Cari Jalan Keluar Masalah Larangan Ekspor Nikel

Membahas apa saja Pak? Kata dia, pertemuan itu banyak membicarakan soal kondisi politik nasional yang berkaitan dengan pemilu saat ini. Bagaimana pemilu berjalan damai dan bermartabat. Dan kata dia, AHY sebagai petinggi Partai Demokrat punya pandangan yang sama.

Bahwa urusan lima tahunan ini jangan sampai jadi pemicu konflik di tengah masyarakat. Sebab itu, butuh komitmen antar elite yang berkompetisi. “Pemilu ini untuk memilih pemimpin yang baik, pemimpin yang berkualitas. Yang punya track record yang baik, punya pengalaman, punya kompetensi. Ya ini kita sama-sama punya pandangan yang sama,” kata Wiranto.

Baca Juga : Wamen PUPR Keluhkan Pembangunan Di Daerah Lambat

Dalam kesempatan itu, AHY mengatakan ada dua rekomendasi partai yang disampaikan dalam pertemuan itu. Rekomendasi pertama agar Menkopolhukam mengeluarkan berbagai instruksi dan memberikan penekanan kepada seluruh aparat khususnya TNI-Polri agar berlaku netral. “Sehingga masyarakat kita dapat dengan tenang menjalankan pemilu,” kata AHY.

Kedua, AHY juga menyampaikan permasalahan terkait presidential threshold 20 persen yang dianggapnya perlu ditinjau kembali. Sebab, dianggap tidak baik untuk perkembangan partai politik ke depan. Menurut dia, ambang batas presiden itu tak relevan dengan sistem pemilu serentak. Ambang batas itu membuat rakyat tak memiliki banyak alternatif pilihan. [BCG]