RMco.id  Rakyat Merdeka - Pertemuan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno dengan Menteri Keuangan, Sri Mulyani membawa angin segar bagi sektor pariwisata. 

Ada empat bahasan utama yang bertujuan untuk membangun industri pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf). Bahasan pertama yakni berkaitan dengan anggaran hibah di 2021, serta pinjaman lunak untuk pelaku parekraf.

Berita Terkait : Ini Tiga Program Unggulan Sandi Untuk Bangkitkan Sektor Pariwisata

Dia berharap, dana untuk sektor parekraf bisa dilanjutkan, diperluas, dan diperbanyak. Pasalnya jutaan lapangan kerja di sektor ini hilang akibat pandemi covid-19. "Saatnya kita menciptakan kembali peluang usaha dan lapangan kerja yang hilang," kata Sandi melalui keterangan persnya, Selasa (12/1).

Kedua, Mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) itu berencana untuk menjadikan pariwisata dalam negeri sebagai pariwisata yang berkelanjutan.

Berita Terkait : Sandi Dorong Pelaku Usaha Parekraf Terapkan K4

Ia memberi masukan kepada Sri Mul agar pembiayaan sektor parekraf tak melulu bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Melainkan terbuka bagi pihak-pihak lain yang mendukung sektor pariwisata berbasis lingkungan hidup. 

"Selanjutnya, saya mendorong Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEl) agar lebih membantu ekonomi kreatif terutama yang di daerah," ujar mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu. 

Berita Terkait : Kerek Ekonomi, Menparekraf Genjot Sport Tourism

Terakhir, Sandi meminta, Sri Mul membuka komunikasi dengan lembaga pembiayaan yang berada di bawah naungan Kemenkeu. Yaitu PT Sarana Multi Infrastruktur terkait kerja sama pembiayaan lainnya di sektor Parekraf. "Bahasan terakhir sudah mendapat lampu hijau dari Ibu Menteri," pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, dana hibah pariwisata di 2020 telah terserap 70 persen. Sisanya masih menunggu karena ada keterbatasan regulasi dan waktu sehingga belum bisa terserap. [UMM]