RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyiapkan anggaran ketahanan pangan di tahun 2021 sebesar Rp 104 triliun. Jumlah tersebut naik 30 persen dari total anggaran ketahanan pangan 2020 yang hanya Rp 80 triliun.

“Anggaran ini diharapkan dapat meningkatkan produk­si pangan, sebagai salah satu upaya mendukung pemulihan ekonomi,” ujar Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Sua­hasil Nazara dalam keterangan resminya, kemarin.

Menurutnya, anggaran ketahanan pangan pada tahun 2021 diberikan kepada Kementerian dan Lembaga (K/L) sebesar Rp 62,8 triliun dengan rincian, Kementerian Pertanian Rp 21,8 triliun, Kementerian Kelautan dan Perikanan Rp 6,7 triliun serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Rp 34,3 triliun.

Berita Terkait : Semoga Pemulihan Ekonomi Dapat Berjalan Lebih Cepat

Untuk Non K/L, alokasi Ang­garan Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021 diberikan kepada subsidi sebesar Rp 25,3 triliun dan belanja lain-lain Rp 5,4 triliun.

Untuk transfer ke daerah, dalam bentuk Dana Alokasi Khusus (DAK) sejumlah Rp 5,6 triliun. Ini berupa DAK irigasi, DAK pertanian, DAK kelautan dan per­ikanan serta DAK nonfisik dana pelayanan ketahanan pangan.

Suahasil mengatakan, ang­garan yang besar ini harus bisa digunakan secara optimal untuk membantu sektor ketahanan pangan. Sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi agar per­ekonomian nasional bisa pulih dengan cepat.

Berita Terkait : Kemenhub Serahterimakan Tanah Dan Bangunan Di Pelabuhan Tanjung Redeb

“Kami mengharapkan nanti bisa dibangun sinergi yang baik antara berbagai kementerian da­lam pemanfaatan anggaran ini, sehingga hasilnya maksimal,” kata mantan Kepala Badan Kebi­jakan Fiskal Kemenkeu itu.

Seperti diketahui, pada pertengahan 2020 Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia atau FAO (Food and Agriculture Organization) menyebut, akan banyak negara di dunia terancam mengalami krisis pangan karena pandemi Covid-19.

Analisis FAO dan Program Pangan Dunia atau WFP (World Food Programme) menyebut, pandemi memperparah situasi pangan di negara-negara yang sebelumnya rentan terhadap kri­sis dan kelaparan. FAO dan WFP menyatakan tak ada yang kebal terhadap krisis pangan.

Berita Terkait : Ganjar: Investor Jangan Diperes, Jangan `Diangel-angel`

Oleh karenanya, lanjut Suaha­sil, kebijakan ketahanan pangan pada tahun 2021 akan berfokus pada mendorong produksi ko­moditas pangan melalui pem­bangunan sarana, prasarana dan penggunaan teknologi.

Pemerintah juga akan merevi­talisasi sistem pangan nasional dengan memperkuat korporasi petani atau nelayan dan distri­busi pangan.
 Selanjutnya