RMco.id  Rakyat Merdeka - Insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 berbuntut panjang. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktrorat Kelakudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) bergerak cepat mulai melakukan pemeriksaan khusus kepada seluruh pesawat Boeing 737 Classic 300 (737-300), 737-400, dan 737-500.

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 Boeing 737-500 merupakan salah satu Boeing seri Classic yang diproduksi pada 1994 atau berusia 26 tahun. Merujuk kepada surat yang diterima RMco.id bernomor KP.004/1/10/DKPPU-2021, DKPPU akan melakukan pemeriksaan terhadap 10 operator Boeing 737 Classic yaitu Sriwijaya Air, Nam Air, Travel Express Aviation Services, Trigana Air Services, Tri-Mg Intra Asia Airlines, My Indo Airlines, Jayawijaya Dirgantara, Citilink Indonesia, Deraya Air, dan Cardig Air.

Berita Terkait : Cuaca Buruk, Pencarian Sriwijaya Air SJ 182 Sementara Dihentikan

Dalam surat yang ditandatangani oleh Pelaksana Harian DKPPU Udi Tito Priyatna itu, pihaknya akan melakukan pemeriksaan terhadap tujuh aspek utama.

Yakni pelaksanaan airworthiness directive (AS) compliance, pelaksanaan inspeksi rutin dan major inspection, monitoring repetitive atau pengawasan kerusakan yang berulang, pelaksanaan pilot training, pelaksanaan pilot proficiencey check, dan crew duty time, hingga pemeriksaan implementasi surat edaran pada masa pandemi Covid-19 berkaitan dengan kesiapan kru dan operasional pesawat dan lainnya.

Berita Terkait : Ditemukan, Kotak Hitam Sriwijaya Air Dibawa ke JICT

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati membenarkan adanya pemeriksaan khusus tersebut.

"Ini preventif action kepada pesawat tipe yang sama Boeing 737 Classics yang ada di Indonesia dan hal ini biasanya dilakukan di negara-negara lain untuk tindakan pencegahan,"  ujar Adita, Rabu (13/1). [KPJ]