RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menargetkan Indonesia menjadi produsen udang vaname terbesar di dunia dengan jumlah produksi 16 juta ton per tahun, di mana saat ini besaran produksi nasional di bawah 1 juta ton per tahun.

"Kalau kita berhasil membangun 200 ribu hektare tambak udang dengan dua siklus panen 80 ton per hektare/tahun, maka dalam satu tahun analisa ekonominya bisa menghasilkan hampir Rp1.200 triliun," kata Menteri Trenggono di Jakarta, Kamis (14/1). I

Berita Terkait : Kemenperin Susun Strategi Optimalkan Industri Daur Ulang

Ia mengatakan bahwa langkah untuk mewujudkan hal tersebut adalah melalui pembukaan tambak udang seluas 200 ribu hektare hingga tahun 2024.

Trenggono menambahkan saat ini, Indonesia besaran produksi di bawah 1 juta ton per tahun, berada di bawah posisi sejumlah negara yaitu China, Ekuador, Vietnam, dan India.

Berita Terkait : Menteri BGS Sampaikan Duka Mendalam Kematian Nakes Saat Menangani Covid-19

Implikasi dari pembangunan tambak udang 200 ribu hektare ini, menurutnya tidak hanya menjadikan Indonesia sebagai produsen udang nomor satu di dunia, tapi juga mampu membangun sistem pertahanan yang kokoh untuk melindungi kekayaan maritim Indonesia.

Selain tambak, lanjut Trenggono, KKP juga akan membangun kampung-kampung perikanan budidaya di beberapa wilayah Indonesia untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Contoh dari hal tersebut, lanjutnya, adalah seperti Kampung Lele, Kampung Patin, Kampung Udang hingga Kampung Kakap.
 Selanjutnya