RMco.id  Rakyat Merdeka - Hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan tebing setinggi 20 meter dan panjang 40 meter longsor di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang pada Sabtu (9/1) lalu.

Bencana longsor telah menyebabkan permukiman warga rata dengan tanah yang berdampak pada kurang lebih 600 penduduk.

Berita Terkait : Risma Minta Pindahkan Warga Ke Lokasi Aman

Data sementara per hari ini, jumlah korban jiwa yang ditemukan sebanyak 22 orang, dan 18 orang masih dalam pencarian. Lebih dari 200 kepala keluarga (KK) di sekitar lokasi longsor juga telah diungsikan ke tempat yang lebih aman.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy berkesempatan melakukan kunjungan ke daerah terdampak longsor tersebut.

Berita Terkait : Menko PMK: GeNose Lebih Simpel Dan Praktis

Dalam pengecekannya di lapangan, Muhadjir mengatakan penanganan pasca bencana yang telah dilakukan oleh petugas di lapangan sudah berjalan dengan baik. "Kesimpulan sementara semua sudah tertangani dengan baik. Dan sekarang semuanya masih dalam proses (lanjutan) penanganan ," ujar dia usai melakukan pengecekan lokasi longsor, pada Kamis, (14/1).

Muhadjir menjelaskan beberapa tugas masih perlu diselesaikan oleh para petugas di lapangan. Pertama, pencarian korban yang belum ditemukan. Seperti disebutkan sebelumnya, sebanyak 22 korban yang tertimpa longsor sudah diketemukan, sedangkan 18 korban lainnya belum diketemukan. "Mudah-mudahan dengan penggalian, jenazah ini bisa segera ditemukan," harapnya.

Baca Juga : Di India, Petugas Kebersihan Disuntik Vaksin Covid Duluan

Kedua, penanganan permukiman sementara. Saat ini, menurut Muhadjir para pengungsi korban tanah longsor bisa tinggal di tempat penampungan yang sudah disiapkan logistiknya oleh Pemerintah Kabupaten Sumedang, atau bisa memilih tinggal di tempat tinggal kerabat atau saudara.

Ia mengatakan, pemerintah kabupaten akan tetap memberikan bantuan kepada para korban longsor yanng memilih tinggal di tempat kerabatnya dengan memberikan biaya hidup.
 Selanjutnya