RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono melakukan inspeksi mendadak (Sidak) pekerjaan tata kawasan kota lama Semarang. Basuki kecewa karena finishing proyek Rp 183 miliar itu tidak rapi.

Menurutnya, pekerjaan tata kawasan kota lama merupakan pekerjaan seni, yang mesti detil dan rapi. Jarak antara lantai dari batu alam harus rata. Begitu lantai terpasang, mesti disiram biar terlihat seninya. “Mana pengawasnya? Masa kayak gini kamu ngawasin pekerjaan?,” katanya kepada pengawas lapangan.

Kawasan Kota Lama Sema­rang, dikenal memiliki bangunan bersejarah dengan arsitektur bergaya Eropa. Dulunya, kawasan ini pernah menjadi pusat kegiatan perekonomian pada masa Hindia Belanda.

Baca Juga : Kader Partai Ummat Klaim Ramai Peminat

Alumni UGM ini mengatakan, dengan dilakukannya penataan kawasan ini nantinya akan dapat menata prasarana dan sarana kawasan. “Seperti utilitas saluran PDAM, kabel telfon dan listrik yang tidak tertata akan dibuat lebih rapih melalui pemasangan Box Utility,” katanya.

Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya juga memberikan fasilitas tam­bahan di seputar kawasan Kota Lama Semarang, seperti tempat duduk panjang, tempat sampah, juga lampu penerangan jalan utama dan trotoar. Penataan lainnya, meliputi pekerjaan jalan, dan perbaikan drainase, halte hingga 2 kolam retensi Berok dan Bubakan yang akan dipompa dan dialirkan menuju kali Semarang.

“Kita tata dan kembangkan kawasan Kota Lama Semarang. Nantinya akan menjadi kawasan wisata yang bisa mewadahi berbagai kegiatan masyarakat, seperti Car Free Day, festival kuliner, maupun event berbasis budaya,” tambahnya.

Baca Juga : Eko Roni Saputra Kalahkan Petarung Malaysia Di Ronde Pertama 

Menurutnya, penataan ka­wasan Kota Lama Semarang, Jawa tengah. Hal ini bertujuan mewujudkan kota Semarang, menjadi kota pusaka yang layak huni dan berkelanjutan. Penataan Kota Lama Sema­rang, dilakukan sejak tahun 2017. Ditargetkan, rampung akhir April 2019, dengan total anggaran Rp 183 miliar yang dikerjakan oleh PT. Brantas Abipraya.

Dengan demikian, nantinya akan meningkatkan aktivitas pertumbuhan ekonomi yang ada di Semarang, salah satunya melalui wisata. “Progresnya saya kira sudah 80 persen lebih dan akan selesai pada akhir April 2019. Penataan dilakukan agar kawasan lebih tertata, nyaman dan bisa men­ jadi tujuan wisata. Selama ini, wisatawan yang datang ke Semarang lebih banyak memilih berkunjung ke Candi Borobudur atau Pulau Karimunjawa,” kata Basuki.

Basuki berpesan dalam penye­lesaian pengerjaan tetap memperhatikan kebersihan kota dan berhati-hati agar tidak merusak situs budaya yang ada di Kota Lama. “Ini merupakan pekerjaan seni, sehingga perlu diperha­tikan detil dan kerapihannya. Kebersihan juga diperhatikan, nanti disemprot air lagi seluruh­nya,” ujarnya.

Baca Juga : Siapa Saja Yang Mengabaikan Protokol Kesehatan, Sehingga Timbul Korban Jiwa, Bakal Diminta Pertanggungjawaban Dunia Akhirat

Selain Kota Lama Semarang, Kementerian PUPR juga tengah melakukan revitalisasi Pasar Johar yang juga merupakan bangunan bersejarah Kota Semarang. Revitalisasi dilakukan pasca kebakaran tahun 2015 lalu yang menghanguskan dua pertiga bangunan pasar.

Pembangunan kembali akan dimulai tahun 2019, dengan biaya diperkirakan sebesar Rp 174,12 miliar. “Revitalisasi bangunan yang di depan dilakukan oleh Peme­ rintah Kota Semarang dan bagian bangunan bersejarah dikerjakan oleh Kementerian PUPR," kata Basuki. [QAR]