Menteri Jonan Resmikan 2 Proyek Infrastruktur Gas Strategis Sumatera Selatan

Menteri ESDM Ignasius Jonan meresmikan pipa transmisi gas Grissik-PUSRI, dan jaringan gas kota (jargas) Kota Palembang, di Lapangan Patrajaya, Palembang Sumatera Selatan, Minggu (31/3).  Turut mendampingi: Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Walikota Palembang Harnojoyo, Kepala SKK Migas Dwi Sucipto, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, Kepala BPH Migas Fansurullah Asa, Direktur Utama Pupuk Sriwidjaja, dan Presiden Conoco Phillips Indonesia. (Foto: Humas ESDM)
Klik untuk perbesar
Menteri ESDM Ignasius Jonan meresmikan pipa transmisi gas Grissik-PUSRI, dan jaringan gas kota (jargas) Kota Palembang, di Lapangan Patrajaya, Palembang Sumatera Selatan, Minggu (31/3). Turut mendampingi: Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Walikota Palembang Harnojoyo, Kepala SKK Migas Dwi Sucipto, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, Kepala BPH Migas Fansurullah Asa, Direktur Utama Pupuk Sriwidjaja, dan Presiden Conoco Phillips Indonesia. (Foto: Humas ESDM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meresmikan beroperasinya pipa transmisi gas open access Grissik-PUSRI (GrisPus), sekaligus meresmikan jaringan gas kota (jargas) Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Minggu (31/3).

Bertempat di Lapangan Patrajaya Palembang, peresmian tersebut juga dihadiri oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Walikota Palembang Harnojoyo, Kepala SKK Migas Dwi Sucipto, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, Kepala BPH Migas Fansurullah Asa, Direktur Utama Pupuk Sriwidjaja, dan Presiden ConocoPhillips Indonesia.

Berita Terkait : Besok, Pemerintah Groundbreaking Proyek Pipa Gas Cisem

Pipa transmisi gas Grissik-PUSRI yang dibangun Pertagas dengan panjang 176 km dan diameter 20 inchi, membentang melewati Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Banyuasin, dan Kota Palembang.

Pertagas menyelesaikan pekerjaan tersebut pada akhir 2018, setelah masa konstruksi selama satu tahun lebih, sejak ground breaking Agustus 2017. "Prioritas gas bumi itu untuk domestik. Untuk peningkatan nilai tambah dalam negeri. Itu lebih penting, dan kita dorong terus," kata Menteri Jonan.

Baca Juga : Soal Upah Buruh, Ini Penjelasan Aice

Menurutnya, perlu dipikirkan suatu cara agar investasi di industri gas lebih efisien. "Harus dibuat standar tarif toll untuk gas pipa yang fair. Jadi, tak hanya melihat investasinya saja," tambahnya.

Pipa transmisi gas Grissik-PUSRI diperlukan dalam menjaga pasokan gas yang berkelanjutan, untuk industri pupuk. Khususnya, PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Pusri) yang kini memiliki pabrik baru yaitu Pusri II-B.

Baca Juga : Airlangga Beri Kuliah Umum di Seskoal

Ke depannya, pasokan gas tersebut juga ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pembangkit listrik, pengembangan KEK Tanjung Api-Api, jaringan gas rumah tangga, dan industri lainnya.

"Proyek pipa gas Grissik-PUSRI penting bagi industri pupuk, untuk menjaga ketahanan pangan Indonesia. Nantinya, juga untuk memenuhi kebutuhan gas pembangkit listrik di Sumatera Selatan, dan kawasan ekonomi setempat," tutur Jonan.
 Selanjutnya