Atasi Kesenjangan Daerah

Kemendes Salurkan DAK Tahun Depan

Sekjen PDTT Anwar Sanusi (tengah) bersama Menteri PDTT Eko P Sandjojo (paling kanan). (Foto : twitter@anwarsanusi)
Klik untuk perbesar
Sekjen PDTT Anwar Sanusi (tengah) bersama Menteri PDTT Eko P Sandjojo (paling kanan). (Foto : twitter@anwarsanusi)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Dana Alokasi Khusus (DAK) sudah siap, dan akan disalurkan ke berbagai daerah seluruh Indonesia, tahun depan. Sekretaris Jenderal Kemente­rian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Anwar Sanusi mengatakan, sebagai salah satu sumber pendanaan dalam mengatasi kesenjangan dan pembangunan daerah, mulai dari pinggiran, perencanaan dan pengelolaan DAK menjadi penting untuk dipersiapkan secara matang setiap tahunnya.

Anwar menjelaskan, dalam proses penyusunannya, Kemendes PDTT akan selalu berpegang kepada aturan yang sudah ada, tanpa deal-deal apapun dan se­suai dengan prinsip tata kelola yang baik dengan prinsip good governance. “Kita perlu menyadari bahwa semua upaya pembangunan agar lebih cepat mendatangkan kemanfaatan bagi masyarakat, tentunya dengan tetap menge­depankan proses yang transparan dan akuntabel,” kata Anwar, saat sosialiasi DAK bersama pemerintah daerah, di Jakarta.

Berita Terkait : Anak Muda Paling Berperan Bangun Desa

Direktur Jenderal Pengem­bangan Daerah Tertentu Ke­mendes PDTT Aisyah Gamawati mengatakan, pada 2020 terdapat beberapa bidang terkait dengan DAK afirmasi yang meliputi ke­ sehatan (puskesmas), perumahan dan permukiman, pendidikan, air minum dan sanitasi (2018), serta transportasi.

Untuk DAK fisik afirmasi khusus di bidang transportasi sendiri terdapat beberapa menu pembangunan seperti moda transportasi darat dan air (mini­ bus, pick up, speedboat, tam­ batan perahu, dermaga rakyat, jalan dan jembatan non-status). “Penggunaan DAK fisik afir­ masi bidang transportasi diarahkan untuk mendukung pengen­tasan kesenjangan wilayah se­suai agenda Nawacita ketiga. Oleh karena itu, kita akan mak­simalkan pembangunan desa dan daerah-daerah khususnya dalam penyediaan sarana dan prasarana transportasi,” ujarnya.

Berita Terkait : Pemerintah Sudah Salurkan Dana BOS Tahap I

Sementara Direktur Pember­dayaan Masyarakat Desa Ke­ menterian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Trans­ migrasi, Muh Fachri bilang, target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014-2019 untuk menurunkan sebanyak 5.000 desa tertinggal sudah tercapai. Tak hanya itu, target RPJMN untuk meningkatkan status desa berkembang menjadi desa mandiri juga sudah terlampaui.

“Saat ini kita telah berhasil mengangkat 6.518 desa tertinggal menjadi berkembang dan 2.655 desa berkembang menjadi man­diri. Target RPJMN sudah tercapai bahkan terlampaui,” ujarnya.

Berita Terkait : Rakor Kesiapan Pilkada Serentak 2020, Kemendagri Apresiasi Intelkam Polri

Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari sumbangsih dana desa yang disalurkan sejak tahun 2015. Yang mana dana desa tersebut telah secara signifikan membangun ragam infrastruk­tur yang menunjang aktivitas ekonomi dan kualitas hidup masyarakat desa. [DIR]