Perayaan Isra Miraj di Sukoharjo

Jokowi: Politik Jangan Menghancurkan Kerukunan

Klik untuk perbesar

RMco.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi berpesan agar perbedaan yang ada, jangan dijadikan sebagai sumber keretakan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

"Perbedaan-perbedaan itu jangan menjadikan kita ini tidak seperti saudara lagi. Ini sudah sunatullah, hukum Allah, menjadikan kita berbeda-beda," kata Presiden dalam sambutannya, di acara peringatan Isra Mi'raj Tingkat Kenegaraan 2019 di GOR Pandawa, Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (3/1).

Jokowi mengingatkan, di tahun politik seperti saat ini, perbedaan akan semakin meruncing karena urusan politik, seperti pilihan bupati, wali kota, gubernur, dan pemilihan presiden.

Berita Terkait : Rekonsiliasi Dibangun dengan Kedepankan Kepentingan Bangsa

"Saya ingin mengingatkan jangan sampai karena peristiwa politik kita lupa bahwa kita saudara. Kita lupa menjaga ukhuwah karena urusan politik," katanya.

Menurutnya, kondisi ini banyak terjadi di daerah sehingga menyebabkan antartetangga tidak saling sapa karena urusan beda pilihan. "Antartetangga tidak saling sapa karena beda pilihan bupati, antarkampung nggak saling sapa karena urusan gubernur. Di dalam majelis taklim, nggak saling omong karena pilpres. Inilah yang harus kita jaga sekali lagi. Ukhuwah kita, persaudaraan kita," kata Jokowi.


Ia mengakui banyak pihak mudah sekali terbawa oleh urusan politik yang membuat keretakan kerukunan bermasyarakat. "Apalagi sekarang ini semuanya sudah merasa seperti politikus semua. Nggak di warung kopi, di warung bakso, semuanya sudah kadang-kadang melebihi politikus," kata Jokowi.

Berita Terkait : Kata BPN, Jokowi Bolak-Balik Ngajak Ketemuan, Tapi Prabowo Masih Pikir-pikir

Untuk itu, Presiden berharap dalam peringatan Isra Mi'raj ini membuat kehidupan dalam berbangsa menjadi lebih baik dan bisa menjaga ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah, ukhuwah insaniyah dan ukhuwah basariyah.

Sementara Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam sambutannya mengakui bahwa saat ini lebih sulit menjaga kerukunan karena adanya media sosial.

Lukman berharap Isra Mi'raj ini bisa mendorong masyarakat kembali menjaga ukhuwahnya dan kembali menjadi optimis dalam berbangsa.

Berita Terkait : Rekonsiliasi Dengan Prabowo, Jokowi: Sambil Naik MRT Juga Bisa

Dalam peringatan Isra Mi'raj ini, Presiden yang mengenakan baju koko putih dan berpeci hitam didampingi oleh Ibu Negara Iriana Jokowi serta cucunya, Jan Ethes Sri Narendra.

Tampak hadir pula, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani. Serta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya. [HES]