Kementan Berencana Kurangi Ekspor

Sawit Untuk Eropa Akan Dialihkan Jadi B100

Klik untuk perbesar
Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat meluncurkan produk Biodiesel B100 yang berbahan utama CPO, di Jakarta, kemarin. (Foto: Dok. Kementan).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pertanian (Kementan) berencana mengurangi ekspor crude palm oil (CPO) ke Eropa sebagai balasan atas boikot dan black campaign yang mereka lakukan terhadap sawit Indonesia. Selanjutnya, sawit tadi akan dialihkan untuk membuat bahan bakar biodiesel untuk mencapai target B-100.


“B-100 adalah energi masa depan kita. Ini adalah peluang besar karena produksi CPO kita sebanyak 41,6 juta ton. Pada kurun waktu 2014-2018, produksi CPO meningkat 29,5 persen setiap tahunnya. Bisa dibayangkan, berapa triliun rupiah yang bisa dihemat. Ke depannya, kita sudah tidak akan tergantung lagi dengan BBM impor,” terang Menteri Pertanian Amran Sulaiman, di Jakarta, kemarin.

Berita Terkait : Bersinar di Kabinet Jokowi-JK, Amran Diibaratkan Ronaldo dan Messi

Kemarin, Kementan secara resmi melaksanakan ujicoba perdana produk Biodiesel B100. B100 ini akan menjadi produk lokal unggulan yang mampu memperkuat ketahanan energi nasional. Biodiesel memiliki sifat fisik sama dengan minyak solar.


Biodiesel dapat digunakan sebagai bahan bakar pengganti untuk kendaraan bermesin diesel. Selama ini, biodiesel masih dicampur dengan BBM dengan perbandingan tertentu. Saat ini Indonesia sudah menggunakan B20. Namun, Indonesia terus melakukan pengembangan. Nantinya, biodiesel akan mengandung 100 persen bahan alami, tanpa dicampur dengan BBM.

Berita Terkait : Produksi Cabe dan Bawang Merah Pasca-Lebaran Tetap Aman

Produk B100 merupakan hasil inovasi Kementan melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan). Para peneliti Balitbangtan mengembangkan reaktor biodiesel multifungsi yang sudah mencapai generasi ketujuh. Mesin ini dapat mengolah 1.600 liter bahan baku setiap harinya.


"Ini sinyal yang kita kirim ke seluruh dunia bahwa Indonesia sudah memulai ini (CPO untuk biodiesel). Nanti yang di sana menyesuaikan. Intinya B100, bisa menggerakkan mesin dan ini sudah terbukti," kata Amran. [KAL]

RM Video