Bangun Jaringan Irigasi

PUPR Makin Manjain Nelayan

Klik untuk perbesar
Irigasi tambak yang dibangun hasil kerja sama PUPR dan KKP di Sumba Timur. (Foto : dok PUPR)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan kerja den­gan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam Penye­diaan Infrastruktur bidang Sumber Daya Air (SDA) pada Kawasan Produksi Perikanan Budidaya dan Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu.

Selain irigasi sawah, Kemen­terian PUPR membangun jaringan irigasi tambak. Hal ini bertujuan meningkatkan taraf hidup nelayan dan pengem­bangan budidaya tambak pada kawasan minapolitan. Perjanjian kerja sama terse­but meliputi penyediaan salu­ran primer irigasi tambak dan infrastruktur pendukungnya di 132 kabupaten/kota dan 3 lokasi Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) di Sabang, Rote Ndao dan Sumba Timur.


Dirjen SDA Hari Suprayogi mengatakan, sebelum adanya PKS ini, kerja sama kedua Kementerian telah ber­jalan. Kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari Kesepakatan Bersama antara dua Kementerian yang ber­upaya mewujudkan percepatan pembangunan dan nilai tambah hasil produksi kelautan dan perikanan.

Berita Terkait : PUPR Kebut Bangun Jaringan Pipa Air Limbah Di Pekanbaru

“Tujuan dari PKS ini adalah penyediaan infrastruktur untuk mendukung peningkatan nilai tambah budi daya perikanan tambak yang berkelanjutan. Kami berupaya bagaimana sistem tambak perikanan dapat lebih tertata dengan baik,” ujar Hari.

Selama kurun waktu 2015 hingga 2018, Kementerian PUPR telah mendukung irigasi tambak dan infrastruktur lainnya di 125 Daerah Irigasi Tambak (DIT) yang tersebar di 70 Kabupaten/ Kota di seluruh Indonesia. Pada tahun 2019 sebanyak 25 DIT akan dibangun di 19 Kabupaten/ Kota.


Sementara itu, Direktur Jen­deral Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengatakan bahwa peran Kementerian PUPR melalui Ditjen SDA sangatlah besar dalam kerja sama ini. “Melalui kerja sama ini, dila­ kukan revitalisasi kawasan tam­ bak udang, hasilnya produksi udang mengalami peningkatan,” jelasnya.

Berita Terkait : Pertamina Gelar Pangan Murah di Pangandaran

Ditambahkannya, pada tahun 2010, panen udang sebesar 379.000 ton dan pada tahun 2017 hasilnya meningkat lebih dari tiga kali lipat yakni sebanyak 1.150.000 ton. “Hasil produksi udang tergan­ tung dari kualitas sumber daya air. Dengan adanya perbaikan in­ frastruktur irigasi menjadi lebih bersih maka kualitas air jadi makin bagus. Ditambah adanya instalasi pengolah limbah di­ mana semua produksi tidak boleh mencemari lingkungan karena memiliki izin AMDAL,” kata Slamet.

Peningkatan hasil panen, ten­ tunya berpengaruh terhadap ke­ naikan pendapatan para petam­ bak serta penyerapan tenaga kerja. Sinergitas kegiatan antara Ditjen SDA dan Ditjen Perikanan Budidaya yang diharapkan da­ lam perjanjian kerjasama ini yaitu penyampaian baseline data dan informasi terkait rencana kerja tahunan, renstra, serta hasil penetapan lokasi pembangunan serta melakukan sinkronisasi program di kawasan produksi perikanan budidaya dan Sentra Kelautan Perikanan Terpadu (SKPT).


Selain itu, kerja sama da­lam penyusunan detail desain jaringan tambak dan menyusun kebijakan dan strategi serta operasional termasuk tim pe­laksana agar tercapai koor­dinasi dan keterpaduan dalam pelaksanaan pengembangan dan pengelolaan infrastruktur perika­ nan budidaya serta pelaksanaan monitoring dan evaluasi, dan operasi dan pemeliharaan serta pengelolaan infrastruktur yang dibangun. [QAR]

RM Video