Berterima Kasih Ke Menteri Perhubungan

Gubernur Nurdin Abdullah Ingin Pembangunan Kereta Api Sulsel Cepat Tuntas

Klik untuk perbesar
Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) HM Nurdin Abdullah. (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) HM Nurdin Abdullah mengajak seluruh stakeholders untuk membahas tuntas rencana pembangunan transportasi kareta api di wilayahnya. Dia menekankan, pembangunan kereta api itu sangat bermanfaat. Keberadaan kereta apa akan mempermudah masyarakat Sulsel dalam melakukan aktivitas antar-daerah.

"Kita boleh tinggal di Barru tapi kita kerja di Makassar. Kita boleh tinggal di Bulukumba tapi kerja di Makassar. Begitu pun jika tinggal di Bantaeng, apalagi Jeneponto, tapi kita kerja di Makassar," kata Nurdin Abdullah saat membuka workshop pembangunan kareta api Urban Makassar dan regional Sulsel, di Kantor Gubernur Sulsel, Makassar, Selasa (16/4), seperti dikutip antaranews.com.

Berita Terkait : Pasca Bom Kartasura, Ditjen Perhubungan Laut Tingkatkan Kewaspadaan


Ia berharap, desain pembangunan kereta api itu bisa dituntaskan dalam waktu cepat. Kini, desain tersebut tinggal menentukan akan menggunakan teknologi mana untuk Sulsel.

Pembangunan rel kereta api sepanjang 4.700 kilometer itu, menurut dia, bukan barang baru untuk masyarakat Sulsel. Sebelumnya sudah ada tapi tidak jalan.

Berita Terkait : Kementan Inisiasi Kemitraan Pengembangan Kawasan Pisang di Jabar

"Saya kira kita sudah punya pengalaman rel kereta api di Makassar-Parepare. Insya Allah pada 2020 kita akan menikmati pembangunan rel kereta api," tambahnya.


Nurdin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak atas rencana pembangunan sarana transportasi umum untuk masyarakat Sulsel. Terutama kepada Kementerian Perhubungan.

Berita Terkait : Tarif Baru Ojol Dikeluhkan, BKS Mau Bikin Survei

"Terima kasih kepada Menteri Perhubungan dan semuanya yang sudah merencanakan semuanya. Kami berharap, semua desain bisa selesai dalam waktu cepat," ujarnya.

Workshop ini turut dihadiri pihak Kementerian Perhubungan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), dan Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TP2D) Sulsel. [USU]

RM Video