Bukan Cuma Kuota, Jemaah Haji Indonesia Juga Dapat Toilet Tambahan

Klik untuk perbesar
Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama (Kemenag) Sri Ilham Lubis dalam acara pembekalan terintegrasi Petugas Haji Arab Saudi Tahun 1440H/2019M, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (24/4). (Foto: Antaranews.com)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Permintaan Indonesia yang dikabulkan Kerajaan Arab Saudi bukan cuma penambahan kuota haji. Tapi juga fasilitas berupa toilet untuk jemaah asal Indonesia. Khususnya saat mabit di Mina.

Kabar penambahan fasilitas toilet ini disampaikan Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kementerian Agama (Kemenag) Sri Ilham Lubis dalam acara pembekalan terintegrasi Petugas Haji Arab Saudi Tahun 1440H/2019M, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (24/4). Sri Ilham mengatakan, pihaknya selalu mengajukan permintaan kepada Pemerintah Arab Saudi untuk menambah fasilitas urinoir di Mina.

Berita Terkait : Lima Bandara AP II Sukses Selenggarakan Keberangkatan dan Kepulangan Jemaah Haji

“Pada Desember 2018, Muasassah akhirnya mengabulkan permintaan Menteri Agama. Yaitu, toilet yang pada tahun sebelumnya berjumlah lima per maktab, mulai haji 2019 ini, ditambah menjadi delapan  per maktab," kata Sri Ilham seperti dikutip antaranews.com.


Muasassah merupakan organisasi penyelenggara ibadah haji yang ditunjuk Pemerintah Arab Saudi. Penyelenggara haji dari tahun ke tahun melakukan koordinasi dengan organisasi tersebut untuk menunjang pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar.

Berita Terkait : Para Srikandi Indonesia Dukung Pembentukan Dewan Pengawas KPK

Sri Ilham mengatakan, ketika penambahan belum dilakukan antrean satu toilet mengular sangat panjang. Bisa mencapai 68 orang. Dengan penambahan yang diberikan, ia berharap antrean bisa semakin manusiawi.

Sejauh ini, tambah Sri Ilham, jemaah haji Indonesia merupakan yang terbanyak dan terbaik di dunia. Bahkan, kerap kali menjadi acuan bagi penyelenggaraan ibadah haji di negara lain.

Berita Terkait : Balas Kekalahan, Timnas U-19 Indonesia Berhasil Tekuk Iran

Namun, tidak semua permintaan Pemerintah Indonesia terkait upaya untuk memperbaiki penyelenggaraan ibadah haji dikabulkan Pemerintah Arab Saudi. Meskipun, Pemerintah Arab Saudi selalu memikirkan caranya agar permintaan dari Pemerintah Indonesia itu bisa dikabulkan. 


"Mereka juga memiliki bahan pertimbangan tersendiri meskipun terus memikirkan untuk mengabulkan permintaan fasilitas yang diminta Pemerintah Indonesia," kata Sri Ilham. [USU]