Dengan Serasi, Indonesia Bisa Jadi Lumbung Pangan Dunia

Klik untuk perbesar
Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) Sarwo Edhy. (Foto: Dok. Kementan)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) Sarwo Edhy meminta semua pihak turut mendukung upaya mewujudkan Indonesia lumbung pangan dunia melalui program unggulan Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi).

"Pengembangan rawa melalui program Serasi ini diperlukan sinergi yang serius dari pemerintah daerah dan pusat," ujar Edhy dalam diskusi pertanian, di Gedung PIA Kementan, Kamis (25/4).

Keseriusan ini, kata dia, memiliki motivasi dan basis tujuan yang sangat kuat, yakni untuk meningkatkan index dan produksi pertanian. Lebih dari itu, program ini juga dinilai program luar biasa karena mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sehingga bermuara pada kesejahteraan.

Berita Terkait : Deni Tambah Emas Indonesia di SEA Games 2019

"Tentu tujuan program ini untuk meningkatkan index kesejahteraan petani. Maka itu, kami juga sudah memberikan bantuan berupa benih unggul dan bermutu," katanya.

Program ini diharapkan mampu mendorong petani milenial masuk dan turun secara langsung ke sawah dan perkebunan Serasi. Langkah ini perlu dilakukan untuk memudahkan penggunaan teknologi yang diterapkan.

"Program ini mau tidak mau harus melibatkan petani milenial baik saat tanam maupun panen. Langkah ini untuk menggedor produksi dan bisa menstabilkan harga," katanya.

Berita Terkait : Buka Ekspo Agro Inovasi 2019, Kementan Ajak Semua Pihak Bersinergi

Program yang digagas Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman ini masih difokuskan untuk tiga wilayah. Yaitu Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan.

"Tapi ada juga permintaan dari Lampung dan Riau yang mengajukan. Sebab, catatan yang ada, program ini berhasil menanam padi sebanyak 10 ribu hektare," katanya.

Staf Ahli Kementan untuk Bidang Infrastruktur Dedi Nursyamsi menambahkan, selama ini pemerintah sudah memasang target kuat, yakni menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia 2045.

Berita Terkait : Kalahkan Wakil Inggris dan Italia, BPK Terpilih Jadi Auditor Eksternal IMO 2020-2023

"Nah, menurut kami ada 3 hal yang perlu ditekankan pada pengelolaan rawa. Pertama infrastruktur, teknologi inovasi dan Huma resources. Kalau ini bisa dikelola kami yakin tujuan lumbung pangan dunia akan tercapai," katanya.

Menurut Dedi, program ini tak lepas dari upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pertumbuhan kelahiran penduduk hingga 1,34 persen. Atau dengan kata lain ada sekitar 3,5 juta yang membutuhkan makan.

"Di saat bersamaan banyak alih fungsi lahan. Maka itu peluang lahan rawa, baik yang pasang surut maupun tadah hujan sangat baik sekali. Kalau dikelola dengan benar, maka produksi padi di lahan rawa bisa mencapai 9 kali lipat," tandasnya. [KAL]