RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan semua pengerjaan proyek infrastruktur di sektor perhubungan berjalan on the track. Termasuk proyek Light Rail Transit (LRT) Jabodebek yang terkendala dampak kemacetan pada ruas Tol Jakarta-Cikampek. Bisa dibilang, saat ini, Kemenhub adalah kementerian yang paling repot. Kementerian yang dipimpin Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi ini, sedang menghadapi deadline perbaikan regulasi taksi online, yang isinya dibatalkan Mahkamah Agung (MA), awal September lalu.

Pada waktu bersamaan, mereka harus mengawal investigasi kecelakaan pesawat Lion Air JT 610. Selain itu, mempersiapkan layanan Angkutan libur Perayaan Natal dan Tahun Baru, yang sudah di depan mata. BKS, sapaan akrab Budi Karya Sumadi, memastikan pihaknya terus bekerja keras menangani berbagai hal yang menjadi pekerjaan rumah kementeriannya. Progress-nya, menurut mantan Dirut PT Angkasa Pura II itu, cukup baik.

BKS memaparkan capaian teranyar progress tersebut kepada tim Rakyat Merdeka Kiki Iswara Darmayana, Ratna Susilowati, Supratman, Kartika Sari, Pandu Kintan Jati, dan Wahyu Nugroho di kantornya, Jakarta, Rabu (6/12). Berikut ini kutipan selengkapnya.

Masa bakti pemerintahan Jokowi- Jusuf Kalla akan segera berakhir. Bagaimana progress pengerjaan proyek infrastuktur di sektor perhubungan?

Waktu tidak menyurutkan kami untuk mengerjakan yang sudah direncanakan. Bahkan, kami kini sedang konsentrasi untuk segera menyelesaikan proyek-proyek yang ditekankan Presiden Jokowi.

Kami push agar cepat selesai. Bukan karena masa bakti mau berakhir, kita kemudian slow down. Nggak ada yang slow down. Bandara Ahmad Yani di Semarang sudah selesai. Bandara Kulonprogo di Jawa Tengah, kita jalan cepat. Bandara Buntu Kunil di Toraja, kita jalan terus, dan Pelabuhan Patimban juga jalan.

Soal perencanaan, ke depan, kami akan lebih selektif dalam melakukan pembangunan. Misalnya, kita mau bangun Bandara di Sukabumi, itu karena daerah tersebut memang membutuhkan. Kami nggak mau seperti dulu, banyak spending tetapi tidak efektif. Jangan bangun pelabuhan, tapi tidak terpakai.

Hambatan apa saja yang dihadapi?

Ada. Misalnya Bandara Kertajati. Tingkat okupansinya (jumlah pengguna) memang masih rendah. Tapi, tidak lama lagi, Lion Air, Garuda, Citilink, akan masuk ke sana. Saya mau campaign di sana agar rame. Ya memang kebiasaan orang (bertransportasi) nggak gampang diubah.

Baca Juga : PAN Mengutuk Keras Tindakan Mantan Kader

Misalnya warga Cirebon mau keluar kota, masih melalui Jakarta. Minggu depan, saya akan panggil semua maskapai. Agen-agen mitra usaha agar konsentrasi ke Kertajati. Orang Bandung kalau mau umroh, mesti lewat Kertajati. Dengan begitu, kepadatan di Bandara Soekarno Hatta (Soetta) bisa berkurang.

Kapan jamaah umroh bisa lewat Bandara Kertajati?

Pengalihan membutuhkan waktu, setidaknya dua bulan. Lagian, ngapain orang Jawa Barat mau umroh, jauh-jauh lewat Jakarta. Daerah-daerah seperti Subang, Indramayu, dan Tegal kan semua lebih dekat ke Kertajati. Saya mau pindahin semua ke situ.

Banyak yang mengeluhkan akses ke Kertajati masih sulit. Untuk itu, kami akan siapakan kendaraan khusus. Akhir tahun ini, jalan tol ke sana sudah selesai. Ya, kalau proyek kereta api kan butuh waktu.

Oh ya, apa kabar proyek kereta semi cepat Jakarta-Surabaya?

Bolanya sekarang ada di JICA (Japan International Cooperation Agency). Saya minta (rancangan kontrak) agar bisa segera selesai. Saya sudah menekankan mereka, empat kriteria sesuai arahan Presiden. Yakni, proyek harus efisien, penggunaan komponen lokal harus ditingkatkan, kontraktor lokal harus dilibatkan lebih banyak, dan harus menggunakan teknologi listrik. Dengan kriteria itu, INKA (perusahaan BUMN pembuat kereta api) bisa berkembang.

Bagaimana respons JICA?

Iya mereka mau. Saya ngerti, itu tidak mudah. Tapi, paling nggak mereka ikut mikirin. Jangan kita dianggap nggak tahu. Untuk proyek kereta ringan (LRT) Jabodebek, terkendala masalah kemacetan di ruas Tol Jakarta Cikampek.

Bagaimana nasibnya?

Baca Juga : Bawaslu Lampung Bantah Ada Konflik Dengan Eva-Deddy

Tetap on time kok. Kami lihat perkembangan, sesuai rencana. Mulai dari konstruksi, hingga pembuatan keretanya di INKA. Keretanya sudah ada beberapa yang jadi. Proyek ini akan selesai pada akhir tahun 2019.

Di Papua terjadi penembakan terhadap para pekerja yang mengerjakan proyek jalan Trans Papua. Bagaimana Anda menyikapinya?

Saya prihatin dan turut beduka cita. Kejadian itu tidak terduga. Pasti ada dampaknya. Saya sudah minta agar kehati-hatian ditingkatkan. Karena, semua proyek bandara yang berada di ketinggian bukit, bisa menjadi lebih rawan.

Selain soal infrastruktur, masyarakat penasaran dengan sikap Kemenhub terhadap hasil investigasi KNKT mengenai kecelakaan Lion Air?

Kami ini kan mesti bersikap di tengah. Kita nggak boleh prejudice terhadap salah satu pihak. Kalau hanya mau menjustifikasi atau memutuskan mencari-cari kesalahan, itu gampang sekali. Tapi nggak boleh begitu.

Saya paham, pasti akan ada pertanyaan dari wartawan, kapan bapak akan kenakan sanksi? Begini ya, kita harus pikirkan dampak. Industri penerbangan itu menampung banyak lapangan kerja. Dan, tanpa saya harus umumkan ke publik, saya sudah melakukan special audit ke Lion.

Kami cek kondisi pesawatnya, bagaimana operasionalnya. Dari kejadian ini, saya bisa masuk ke dalam. Saya sudah lihat, tetapi tidak bisa saya sampaikan. Yang jelas, perhatian dan komitmen mereka terhadap faktor safety, meningkat. Terhadap Boieng juga begitu. Saya tidak bisa sampaikan hal-hal yang masih prematur.

Merpati Airlines berencana mau terbang lagi. Apa ada perkembangan baru?

Belum ada perkembangan terbaru. Saya sebagai regulator, welcome saja jika ada airlines baru mau terbang, apalagi Merpati. Saya pribadi, melihat Merpati untuk bisa terbang, butuh effort dua kali lipat. Karena mereka kan harus menyelesaikan utang.

Baca Juga : Strategi Di Hulu Tentukan Pengendalian Virus Corona

Kami regulator, tidak akan mempersulit. Tetapi, syarat mutlak harus dipenuhi. Kami akan cek bagaimana kesiapan pesawat, pegawainya, dan syarat lain-lainnya.

Apakah calon investor sudah audiensi dengan Kemenhub?

Telepon kami saja belum. Belum ada sama sekali.

Terakhir, soal Permenhub taksi online. Bagaimana progress-nya?

Sudah selesai. Saya sudah melakukan sosialisasi. Saya bahkan nyanyi bareng driver taksi online. Padahal, waktu itu saya lagi sakit. Saya sudah lapor ke Presiden. Sebenarnya, masalah ini kan hanya dua: tarif dan suspend (terhadap driver).

Saya sudah meminta operator, agar jangan memberikan banyak diskon. Karena, pendapatan driver bisa berkurang. Masalah ini juga terkait kompetisi. Operator berkompetisi jangan saling bunuh.

Jangan karena bersaing, terus perang diskon. Dan, akhirnya merembet ke pelayanan. Misalnya, memberikan diskon 20 persen. Pendapatan (driver) turun 20 persen. Sementara jam kerja jadi bertambah. Driver tentu emosional, sehingga service bisa jadi nggak bagus. Mobil nggak dicuci dan bau. [TIM]