Presiden Jokowi Akan Perpanjang Landasan Pacu Abdul Rahman Saleh

Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar P, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di landasan Pacu Abdul Rahman Saleh, Malang, Jawa Timur, Senin (13/5). (Foto; Humas Setkab RI).
Klik untuk perbesar
Presiden Joko Widodo didampingi Gubernur Jatim Khofifah Indar P, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di landasan Pacu Abdul Rahman Saleh, Malang, Jawa Timur, Senin (13/5). (Foto; Humas Setkab RI).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa landasan pacu atau runway Bandara Abdul Rachman Saleh di Kabupaten Malang, Jawa Timur, akan diperpanjang untuk meningkatkan status bandara tersebut dari bandara domestik menjadi bandara internasional.

Jokowi mengatakan, potensi di wilayah Malang Raya yang merupakan gabungan dari Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu tersebut cukup besar sehingga keberadaan bandara bertaraf internasional sesungguhnya sudah diperlukan. 

"Bandara, itu juga tadi menjadi salah satu pembicaraan kita, karena ada sebuah potensi yang besar di sini. Runway untuk airport akan perpanjang 500 meter," ujar Jokowi usai meresmikan Tol Pandaan-Malang Seksi 1- 3 di Gerbang Tol Singosari, Kabupaten Malang, Senin (13/5).

Berita Terkait : Bertemu Presiden Jokowi, Tony Blair Happy Masuk Tim Pemindahan Ibu Kota

Sebagai catatan, Bandara Abdul Rachman Saleh terletak di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, atau 17 kilometer dari pusat Kota Malang. Bandara tersebut memiliki dua landasan pacu yakni landasan pacu untuk pesawat kecil sepanjang 1.500 meter dan landasan pacu untuk pesawat besar seperti Boing 737 sepanjang 2.300 meter. 

Sebagai salah satu contoh bandara yang dirancang untuk internasional, Ngurah Rai Bali memiliki landasan pacu sepanjang 3.000 meter sehingga memudahkan pesawat besar untuk mendarat di bandara tersebut. 

"Dengan adanya perpanjangan itu, jadi untuk bandara internasional akan siap. Satu per satu, tol rampung, nanti ganti bandara," ujar Jokowi. Berdasar catatan, Bandara Abdul Rachman Saleh Malang menampung jumlah penumpang mencapai 1,2 juta per tahun. 

Berita Terkait : Menteri Aman (Sementara...)

Angka tersebut, jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan Bandara Internasional Banyuwangi, yang menampung 300 ribu penumpang per tahun. Untuk perubahan status Bandara Abdul Rachman Saleh menjadi bandara internasional tersebut harus disetujui oleh Mabes 

TNI AU sebagai pemilik Landasan Udara Abdul Rachman Saleh Malang, yang sesungguhnya merupakan bandara militer. Lanud tersebut sesungguhnya merupakan kawasan "restricted area", namun, akhirnya memperbolehkan penerbangan sipil untuk membantu pengembangan dan pembangunan daerah. Namun pengoperasian bandara sipil tersebut tetap tidak mengurangi sisi pertahanan dan keamanan yang ada.

Bandara tersebut merupakan tempat bagi pesawat Hercules C-130 dan Super Tucano, sebagai pengganti OV10 Bronco milik TNI AU. Lokasi bandara yang dikelilingi oleh beberapa gunung seperti Gunung Bromo, Gunung Arjuno, dan Gunung Semeru, membuat Pangkalan Udara tersebut merupakan salah satu pangkalan udara yang strategis di Indonesia. [SRI]