PUPR Tunggu Restu Presiden Dan Senayan

2020, Jalan Nasional Ibu Kota Baru Dibangun

Klik untuk perbesar
Basuki Hadimuljono (tengah) saat meninjau pembangunan infrastruktur di daerah.

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), bakal tancap gas membangun jalan di lokasi ibu kota baru pada 2020, jika Presiden Jokowi sudah melapor dan mendapat izin dari DPR.

"Kalau sudah ada lahan dan sudah disetujui DPR, jalan akan dibangun lebih dulu sebagai dasar infrastruktur ibu kota baru," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta. 

Di samping jalan, pembangunan infrastruktur dasar lainnya adalah terkait air bersih juga harus disiapkan. Dengan pembangunan jalan, kata Basuki, nantinya orang akan mengetahui seperti apa bentuk kotanya. Dari sana juga akan tampak zona yang akan dibangun oleh pemerintah dan zona yang akan dibangun oleh swasta. "Swasta disiapkan untuk tata ruangnya, jadi jalan dulu yang harus kita siapkan," ujar dia.

Berita Terkait : KLHK Bantu Percepatan Penyediaan Lahan Untuk Ibu Kota Baru

Selain bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, pembangunan di ibu kota baru juga akan melibatkan swasta dan Badan Usaha Milik Negara.


Saat ini, Basuki akan mengumpulkan sejumlah kalangan untuk mendesain bentuk ibu kota baru. Selain arsitek,para seniman juga dilibatkan dalam perancangan pemindahan ibu kota. "Nanti mungkin akan kami bikin workshop berantai dari segi perencanaan, masterplan, hingga detailed designnya," ujar Basuki.

Adapun kota itu nantinya, kata Basuki, bisa saja menganut konsep kota hijau, kota pintar atau kota kompak. Pasalnya, ibu kota ini memang adalah kota baru. Kegiatan itu akan intensif pada 2020.

Berita Terkait : PUPR Siapkan Tol Samarinda-Bontang Untuk Ibu Kota Baru

Saat ini, Kementerian PUPR sudah mulai menyiapkan konsep desain dari ibu kota itu sejak 1,5 tahun ke belakang. Dalam menggarap konsep desain, Basuki sebelumnya memberdayakan satu tim arsitek yang berisi sekitar 7 orang. 

“Saya akan ketemua Ikatan Arsitek Indonesia, dan nanti mereka juga akan diundang ke istana oleh presiden untuk menerjemahkan kira-kira nanti Istana Presiden akan seperti apa," ujar Basuki. (NOV)