Kabar Petugas Pemilu Diracun, Moeldoko: Itu Pernyataan Sesat

Klik untuk perbesar
Moeldoko

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko memastikan penyebab ratusan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) setelah Pemilu bukan karena diracun.


"Kematian tidak wajar dicurigai ada racun tetek bengek. Ini sebuah pernyataan sesat. Tidak ada seperti itu," kata Moeldoko di Gedung Bina Graha, Jakarta.

Berita Terkait : TKN Jadi Koalisi Plus-Plus, Moeldoko Kasih Angin Ke Siapa

Moeldoko mengatakan, penyebab kematian para petugas KPPS bisa dibuktikan secara penyakit dan usia ilmiah. Ia pun berharap penyebab kematian petugas KPPS tidak berkembang menjadi bola liar, apalagi dikaitkan dengan politik. 


"Janganlah mengganggu pikiran, psikologi dari keluarga korban. Sekali lagi tidak ada upaya dari pemerintah yang macam-macam,"tegasnya.

Berita Terkait : TKN Jokowi: Politisasi Petugas Pemilu Wafat Sudah Keterlaluan

Menurut data Kemenkes, sebesar 39 persen petugas KPPS meninggal di rumah sakit dengan kematian terbanyak di Jawa Barat, diikuti Jawa Timur dan Jawa Tengah. 


Dari 25 provinsi, petugas KPPS yang sakit paling banyak dari Jakarta dan Banten. Sedangkan Provinsi Maluku Utara tercatat tidak ada kematian petugas KPPS. Lalu, petugas KPPS yang meninggal 51 persen karena kardiovaskuler, di antaranya karena jantung, stroke, dan hipertensi. Kematian tertinggi kedua adalah asma dan gagal pernapasan. Kemudian kematian tertinggi ketiga sebesar 9 persen karena kecelakaan. Sisanya karena diabetes, gagal ginjal, dan liver. (KPJ)

RM Video