Bukber di Rumah Oso

Jokowi Riang Gembira

Klik untuk perbesar
Presiden Jokowi (tengah) saat berbuka puasa di kediaman Ketua DPD Oesman Sapta Odang (OSO), Rabu (15/5). (Foto: Patra Rizki Syahputra/Rakyat Merdeka).

RMco.id  Rakyat Merdeka - Momen Ramadan digunakan Presiden Jokowi untuk berkeliling melakukan buka puasa bersama para pimpinan lembaga negara. Setelah dengan Ketua MPR dan Ketua DPR, kemarin, Rabu (15/5) Jokowi giliran buka puasa di rumah Ketua DPD Oesman Sapta Odang (OSO), di Jalan Karang Asem, Setiabudi, Jakarta.

Jokowi tiba di kediaman OSO tepat pukul 5.15 sore. Turun dari Mercedez Benz hitam berpelat nomor RI 1, Jokowi disambut OSO. Keduanya berjalan berdampingan masuk ke dalam lokasi acara. Di lokasi acara, sejumlah pimpinan lembaga tinggi negara telah menanti.

Di antaranya Ketua MPR Zulkifli Hasan, Ketua BPK Moermahadi Soerja, Ketua MA Hatta Ali, Ketua MK Anwar Usman, Wakil Ketua DPR Agus Hermanto. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, dan Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita.

Berita Terkait : 5 Tahun untuk 5 Tahun

OSO lalu mempersilakan Jokowi duduk di jajaran pimpinan lembaga negara. Tak lama berselang, acara dimulai. Diawali pembacaan kitab suci Alquran. Sebagai tuan rumah, OSO pun menyampaikan sambutan.

Megawali sambutannya, OSO menyapa seluruh tamu undangan. Mulai dari Wakil Presiden ke-9 Hamzah Haz sampai Ketua MPR.

“Ada saudara saya Pak Hendropriyono (mantan Kepala BIN). Ada Pak Luhut, sini Pak Luhut. Ini genggengan saya ini,” ujar OSO menyapa Luhut yang baru hadir, disambut tawa para undangan.

Berita Terkait : Ada Perang Dagang, Jokowi Minta Ekspor Mebel Dan Produk Kayu Digenjot

OSO juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran Presiden yang telah empat kali berbuka bersama di kediamannya.

Menurutnya, momen buka puasa tahun ini menjadi buka puasa bersama terakhir dalam kepemimpinnya di DPD, karena dirinya tak bisa kembali mencalonkan diri sebangai Senator.

“Ini adalah hari terakhir saya untuk buka puasa bersama di DPD. Sebab, saya sudah diputuskan oleh MK, tapi orangnya nggak berani datang ke sini,” seloroh OSO  disambut tawa Presiden dan para undangan.

Berita Terkait : Kita dan Esemka

OSO menjelaskan, dirinya harus mundur dari Partai Hanura jika ingin mengajukan diri sebagai anggota DPD. Meski memiliki legalitas hukum untuk mencalonkan diri, OSO memilih mengundurkan diri menjadi calon anggota DPD, karena dirinya diberikan amanah untuk memimpin ‎Partai Hanura.


“Hakim telah memutuskan, bahkan Bapak Presiden sudah menandatangani, mengirimkan surat, tapi masih diacuhkan. Tidak diopeni oleh KPU. Biar saja, nanti urusannya dengan Tuhan,” tegasnya.
 Selanjutnya