Berharap Besar Menambah Cadangan Migas Baru Dari 128 Cekungan Sedimen Indonesia

Klik untuk perbesar
Peta 128 Cekungan Sedimen Indonesia

RMco.id  Rakyat Merdeka - Peta Cekungan Sedimen Indonesia telah diresmikan peluncurannya oleh Menteri ESDM pada tahun 2009. Peta yang disusun oleh Badan Geologi ini terdiri dari 128 cekungan, di mana kegiatan eksplorasi dan produksi mi- gas masih terkonsentrasi di sebagian kecil cekungan-cekungan tersebut.

Hingga saat ini, dari total 128 cekungan, baru sekitar 42% yang sudah dieksplorasi, dengan status 14% atau 18 cekungan sudah produksi, 9% atau 12 cekungan sudah dibor dan ditemukan minyak, serta 19% atau 24 cekungan sudah dibor tetapi tidak ditemukan minyak (Satyana, 2012). Masih ada 58% atau 74 cekungan sedimen lagi. Sebagian besar ada di Kawasan Timur Indonesia, yang menunggu untuk ditemukan potensinya.

Sejak penerbitan peta cekungan sedi- men Indonesia, Pusat Survei Geologi – Badan Geologi, memiliki tugas untuk mengisi informasi geologi dan geofisika di cekungan-cekungan yang masih kekurangan data, maupun memerlukan pembaruan konsep eksplorasi. Selain itu, pemilihan lokasi survei juga mempertimbangkan kecenderungan area yang diminati oleh industri.

Di Kawasan Timur Indonesia, kegiatan survei geologi dan geofisika (G&G) terutama ditujukan untuk memperoleh data-data baru di area-area yang belum terjamah kegiatan eksplorasi dan minim data (frontier basin).

Sedangkan di Kawasan Barat Indonesia, yang lebih banyak memiliki cekungan telah berproduksi, dilakukan survei untuk mencari potensi lain di luar konsep eksplorasi yang saat ini telah berjalan. Beberapa area yang memiliki data-data yang relatif lengkap, dipilih untuk dilanjutkan analisis keprospekan migasnya, dihitung sumber dayanya, serta diajukan untuk disusun sebagai Rekomendasi Wilayah Kerja Migas.

Berita Terkait : Promosikan Yoga Bareng Kemenpar


Selama tahun 2015 - 2018, Pusat Survei Geologi telah melakukan survei umum minyak dan gas bumi. Di antaranya survei G&G, survei migas non konvensional (MNK), rembesan mikro, akuisisi seismik 2D dan Passive Seismic Tomography (PST), di lebih dari 40 lokasi.

Data – data dari survei umum tersebut selanjutnya dilengkapi dengan data-data seismik dan sumur dari Pusdatin KESDM, dan digunakan sebagai bahan penyusunan Rekomendasi Wilayah Kerja Migas.

Selama rentang waktu 2015 – 2018, penyusunan rekomendasi wilayah kerja minyak dan gas bumi telah dilakukan di 36 lokasi. Semua hasil Rekomendasi Wilayah Kerja yang telah disusun oleh Badan Geologi, diserahkan kembali ke pemerintah melalui Pusdatin KESDM, untuk dimanfaatkan dalam kegiatan eksplorasi migas oleh para stakeholders.

Hingga saat ini, dari total 36 area rekomendasi, sekitar 40% nya telah berkontribusi dan digunakan sebagai data pendukung Wilayah Kerja Migas yang telah laku, maupun sedang ditawarkan oleh pemerintah. Sedangkan sisanya, akan digunakan sebagai data pendukung bagi area-area terbuka, yang akan dilakukan join study maupun sedang disusun sebagai wilayah kerja migas baru, yang akan ditawarkan di masa yang akan datang.

Badan Geologi melalui Pusat Survei Geologi telah melakukan akuisisi seismik 2D di 8 lokasi, yaitu di Cekungan Sahul (Agats Barat) pada 2015; Arafura Barat dan Halmahera Barat pada 2016; Buru, Selaru Timur, dan Arafura Selatan pada 2017; serta Singkawang dan Selabangka pada 2018. Metode Passive Seismic Tomography (PST) dilakukan di total 4 lokasi, yaitu di daerah Atsy pada 2013; daerah Boka pada 2015; daerah Lumajang pada 2017; serta pada  2018 dilakukan di daerah Banyumas.

Berita Terkait : Raup Laba Rp 3 Triliun, Semen Indonesia Pake Jurus Khusus

Metode akuisisi PST dilakukan, apabila akuisisi seismik 2D konvensional tidak dapat diterapkan di area-area yang akan disurvei. Misalkan di daerah rawa yang tertutup batu gamping tebal, atau pada cekungan sedimen yang tertutup endapan vulaknik tebal, yang mengabsorbsi gelombang seismik konvensional.


Berdasarkan hasil akuisisi PST yang dilakukan di Blok Boka, telah diidentifikasi 4 lead yaitu Jurassic sand play, dengan total sumberdaya potensial untuk skenario gas sebesar 1,1 TCF dan untuk skenario minyak sebesar 930 MMBO.

Sedangkan pada Blok Atsy yang telah dilakukan PST dan rembesan mikro, telah diidentifikasi 11 lead dengan Paleozoic Rift Graben play dengan target reservoir batu gamping Formasi Modio dan batu pasir Formasi Tuaba. Total sumber daya potensial untuk skenario gas sebesar 0,9 TCF  dan untuk skenario minyak sebesar 750 MMBO.

Hasil interpretasi seismik 2D yang telah dilakukan, di antaranya pada Blok Selaru yang dilakukan di laut Arafura sekitar 250 km arah timur dari Blok Masela, telah diidentifikasi dua lead pada Mesozoic deltaic play dengan total sumberdaya potensial untuk skenario gas sebesar 4.8 Trillion Cubic Feet (TCF) dan skenario minyak sebesar 4060 MMBO, dengan menggunakan analogi lapangan yang sudah berhasil yaitu Lapangan Abadi.

Selanjutnya, Blok Arafura Selatan sepanjang 1.600 km di Arafura Selatan, telah diidentifikasi dua lead pada Aptian Prograding shoreface play (sudah terbukti pada lapangan-lapangan di Papua New Guinea) dan Permian fluvio-deltaic lacustrine pinchout (terbukti di lapangan migas Australia bagian utara). Total sumber daya potensial untuk skenario gas sebesar 7,36 TCF, dan skenario minyak sebesar 6144.54 MMBO.

Berita Terkait : Keagamaan Migran Muslim Indonesia Di AS

Akuisisi seismik selanjutnya adalah Blok Agats Barat dengan target reservoir batu pasir Neoproterozoic- Cambrian yang seumur dengan Formasi Bitter Springs yang telah menjadi reservoir produktif pada Cekungan Amadeus di onshore Australia. Hasil interpretasi seismik mengindentifikasi 8 lead dengan Neoproterozoic sand play, dengan sumber daya potensial untuk skenario gas sebesar 0,7 TCF, dan untuk skenario minyak sebesar 575 MMBO.

Adalah tugas pemerintah untuk menyediakan data dasar untuk menunjang kegiatan eksplorasi migas nasional, serta dalam rangka mempercepat temuan cadangan migas baru. Dalam rangka memenuhi tugas tersebut, Pusat Survei Geologi berupaya mengumpul- kan data-data geologi, geofisika, dan geokimia, baik dari permukaan maupun data bawah permukaan.


Data-data tersebut bersifat terbuka dan bisa diakses oleh semua stakeholders yang berkepentingan untuk meningkatkan kegiatan ekplorasi migas nasional, tanpa dipungut biaya, asal mengikuti prosedur yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Khusus untuk perolehan data akuisisi seismik oleh PSG, dapat diakses melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kementerian ESDM, sebagai wali data seismik dan sumur. [TIM]

RM Video