RMco.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) menargetkan tahun ini bisa mendirikan 75 ribu Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Langkah ini diharapkan bisa mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. 

Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo mengatakan, target pendirian BUMDes itu sesuai dengan arah pembangunan desa untuk tahun 2019. Yakni, untuk mengembangkan sumber daya manusia (SDM) dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. 

“Infrastruktur desa masih tetap dibangun. Tapi, dana desa porsinya harus lebih besar untuk pemberdayaan masyarakat dan pemberdayaan ekonomi desa,” kata Eko, kepada Rakyat Merdeka

Berita Terkait : Marwan Masih Dianggap Mendes

Eko berharap, dengan banyak BUMDes pembangunan desa makin efektif. Industri kecil makin tumbuh subur. Eko menyebutkan, tahun 2017 tercatat sudah berdiri 45.549 BUMDes. Tahun ini harus mencapai 75 ribu BUMDes. 

Semua desa harus memiliki BUMDes. Eko memberikan apresiasi untuk BUMN dan perusahaan swasta yang telah membantu pendirian BUMDes.  “Kunci pendiran BUMDes pendampingan. Kita beruntung banyak BUMN dan swasta bantu kita,” ujar Eko. 

Untuk mencapai target, lanjut Eko, Kemendes PDTT gencar melakukan sosialisasi dan pendampingan ke desa-desa. Eko memastikan, pihaknya tidak hanya getol mendirikan BUMDes. 

Baca Juga : Komisi IV Bandingin Kinerja Menteri Edhy Dengan Susi

Tetapi juga mendampinginya agar BUMDes berjalan. Direktur Jenderal Pembangunan Kawasan Perdesaan (PKP) Kemendes PDTT Harlina Sulistyorini mendorong BUMDes di Jawa Barat untuk saling bekerja sama. Menurutnya, kerja sama akan membuat BUMDes bisa berkembang lebih besar. 

“BUMDes yang ada di desadesa untuk segera melakukan kolaborasi atau kerja sama antar BUMDes disekitarnya. Jadi, kalau BUMDes disekitar itu bergabung menjadi satu atau membentuk BUMDes bersama, tentu kita akan melihat skala ekonomi yang lebih besar atau lebih tinggi lagi,” kata Harlina, saat melakukan sosialisasi dan memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) dan Pengukuhan CEO BUMDes, di Bandung, Jawa Barat. 

Harlina mengungkapkan, pihaknya telah mengukuhkan ribuan CEO BUMDes. Mereka berasal dari para pendamping desa yang tujuannya untuk mengembangkan BUMDes berbasis karakteristik dan kebutuhan. Keberadaan CEO BUMDes diharapkan membuat BUMDes memiliki berbagai berinovasi yang berdampak pada meningkatnya ekonomi desa. (DIR)