RMco.id  Rakyat Merdeka - Tertunda kurang lebih 18 tahun, Blok Masela di Laut Arafuru, Maluku akhirnya capai kata sepakat. Investasi sekitar US$ 20 miliar segera meluncur.

Lawatan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan ke Jepang, Italia dan Amerika berbuah hasil strategis. Di Jepang, keinginan kuat Jonan agar Plan of Development (PoD) Blok Masela bisa segera tuntas membawa Jonan bolak-balik bertemu CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda. 

Baca Juga : Agar Antrean KRL Makin Ambyar, Perum PPD Ikut Siapkan Bus Gratis

Pada pertemuan pertama yang dlilaksanakan Kamis (16/5), Jonan menyampaikan bahwa dirinya ingin blok gas raksasa itu bisa segera berproduksi, tentu dengan estimasi investasi yang rasional dan efisien. Kembali lagi di tanggal 27 Mei 2019, Perundingan Blok Masela dengan Inpex berhasil mencapai kesepakatan final. Dengan investasi antara US$ 18 miliar hingga US$ 20 miliar, proyek yang tertunda hampir 20 tahun ini akan ditandatangani pada forum G20 dalam waktu dekat. 

Disaksikan oleh Jonan, kesepakatan bersejarah ini ditandai dengan penandatanganan Minute of Meeting oleh Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto dan CEO Inpex Corporation Takayuki Ueda. Jonan mengaku dirinya terharu melihat momen tersebut. 

Baca Juga : Kasus Baru Terbanyak di DKI, Kasus Sembuh Terbanyak di Sulsel

“Akhirnya INPEX dan SKK Migas sepakat atas pokok-pokok pengembangan blok Masela sore ini di Tokyo. Pembahasan telah berlangsung sejak 18 tahun yang lalu lho. Nilai investasi antara 18-20 Milyar USD dengan pembagian yang fair bagi Negara RI dan kontraktor,” Jonan di Tokyo, Senin (27/5).

Lawatan Houston
Di Houston, Amerika Serikat, investasi hulu minyak dan gas bumi (migas) moncer lainnya yaitu Pembahasan lanjutan Blok Corridor di Sumatera Selatan sebagai blok gas terbesar ke-3 Indonesia. Conoco Phillips sebagai operator eksisting menyatakan minatnya untuk melanjutkan kontrak yang berakhir 2023 nanti. Prioritas Pemerintah dalam penetapan pengelola blok migas yaitu harus yang memberikan keuntungan paling maksimal bagi Negara.

Baca Juga : Dapat Sehatnya, Nambah Duitnya

Jonan juga bertemu manajemen Chevron di Houston, dalam pertemuan pembahasan percepatan investasi Pembangunan Wilayah Kerja Gas di Rapak dan Ganal, proyek gas raksasa yang dikenal dengan Indonesia’s Deepwater Development (IDD).
 Selanjutnya