RMco.id  Rakyat Merdeka - Selama periode Libur Lebaran Konsumsi BBM diprediksi naik 15%, sementara konsumsi listrik turun 30%.

Jelang Periode Libur Hari Raya Idul Fitri 2019, Menteri ESDM didampingi Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, pantau langsung pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk mendukung arus mudik Idul Fitri Tahun 2019.

Baca Juga : Italia Open : Venus Terjungkal, Nadal-Halep Menang Mudah

Pemantauan dilakukan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di rute Surabaya-Semarang. Yaitu SPBU 575B Ngawi dan SPBU 519B Solo. Kedua SPBU tersebut sudah beroperasi dan dapat melayani kebutuhan BBM masyarakat yang akan bepergian. 

“Berdasarkan pantauan, sejauh ini sudah maksimal. Kalau tadi dari Surabaya sampai ke Ngawi sekitar 160 kilo meter (km). Kurang lebih 100 km 1 SPBU itu cukup,” jelas Jonan Sabtu (11/5).

Baca Juga : Wujudkan Pertanian Berkelanjutan, Indonesia Butuh Peran Dan Solusi Para Pakar

Jonan mengimbau agar para pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi roda 4 mengisi BBM terlebih dahulu sebelum memasuki jalur bebas hambatan. Hal itu perlu dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti terjadi kemacetan hingga kehabisan bahan bakar.

Sementara itu, Nicke Widyawati mengaku pihaknya memprediksi akan terjadi lonjakan jumlah pemudik seiring makin banyaknya jalan tol. Oleh karena itu, Pertamina melakukan langkah antisipasi.

Baca Juga : 5 Layanan SIM Keliling di Jakarta Hari Ini, Catat Lokasinya...

“Kami membangun SPBU baru. Dan menyiapkan SPBU serta fasilitas pendukung lainnya untuk layani pemudik seperti motorist (motor pengantar BBM), mobile storage atau kantong BBM, dan kiosK Pertamax,” ungkapnya.Pertamina juga telah mengantisipasi lonjakan harga dengan mengidentifikasi lokasi-lokasi konsumsi BBM dan LPG di tujuan mudik. ***