Siagakan 6.047 Pelayanan Kesehatan

Kemenkes Perhatikan Kesehatan Dan Keselamatan Pemudik Lebaran

Klik untuk perbesar
Menkes Nila F Moeloek bersama para tenaga kesehatan saat mengecek kesiapan pelayanan kesehatan di Jakarta (Foto : [email protected])

RMco.id  Rakyat Merdeka - Kesehatan dan keselamatan masyarakat yang melakukan mudik menjadi perhatian utama pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla. Jangan khawatir, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah menyiapkan seluruh keperluan dan pos kesehatan bagi para pemudik.

Menteri  Kesehatan (Menkes) Nila Moeloek mengatakan, arus mudik lebaran 2019 menjadi prioritas penanganan yang dilakukan Kemenkes. Karena itu, sebanyak 6.047 fasilitas kesehatan akan disebar di jalur mudik lebaran, yaitu di jalur pantura, pantai selatan (Pansela) Jawa dan Tol Trans Jawa.

Jumlah itu lebih tinggi dari tahun lalu sebesar 3.910 fasilitas kesehatan yang disiagakan. Fasilitas kesehatan tersebut terdiri dari 923 Pos Kesehatan, 4.210 Puskesmas, 375 RS sekitar jalur pantura, 144 RS rujukan, 207 Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), dan 188 Public Safety Center (PSC) di nomor 119. “Posko tersebut terdiri dari puskemas, pos kesehatan, rumah sakit, ambulan dan klinik,” kata Menkes Nila.

Berita Terkait : Iuran BPJS Kesehatan, Kemenkeu: Kelas 1 Naik 100 Persen, Kelas 3 Naik 65 Persen

Dengan dukungan fasilitas kesehatan itu, Menkes Nila juga mengingatkan pemudik untuk memastikan kesehatannya sebelum mudik ke kampung halaman masing-masing. “Sangat diperlukan melakukan cek kesehatan sebelum melakukan perjalanan. Kami juga menyiapkan posko-pokso kesehatan bisa mengecek gula darah. Kalau mau istirahat, kita siapkan tempat istirahat. Kita juga siapkan tempat kesehatan dan juga menjaga kebersihan dalam arti menjaga makanan selama perjalan yang menyebabkan sakit perut agar tidak menganggu konsentrasi dalam mengemudi,” tambahnya.

Tidak hanya pemudik, kata dia, pentingnya pencegahan dari sisi kesehatan juga harus dimiliki pengemudi agar selama perjalanan tidak terjadi kendala. “Apalagi di jalan darat dan laut, maka setiap empat jam harus diperiksa kesehatannya,” jelasnya.


Karena itulah, Kemenkes bersama dinas kesehatan setempat menyediakan pos pelayanan kesehatan di tempat istirahat sementara atau rest area. Pelayanan kesehatan ini, lanjut dia, memanfaatkan puskesmas dan rumah sakit, terutama yang ada di jalur mudik.

Berita Terkait : Rencana Kenaikan BPJS Kesehatan Harus Pertimbangkan Kemampuan Masyarakat

“Kami juga memiliki public safety center melalui layanan call center 119 agar cepat dilakukan respons ketika ada laporan. Kami juga menyediakan ambulans, baik motor dan mobil yang siaga di beberapa pos kesehatan,” katanya.

Menurutnya, kesehatan yang baik akan menunjang keselamatan dalam perjalanan. “Pengemudi sebelumnya sehat dulu, mengemudi tidak minum alkohol, juga tidak minum obat-obat yang membuat mengantuk, menjaga makanan yang kita makan di dalam perjalanan, jadi kita tidak sembarangan karena nanti menyebabkan sakit perut atau yang lain, yang juga menyebabkan nanti tidak concern terhadap mengemudi,” imbaunya.

Nila juga mengingatkan agar para pemudik membatasi waktu mengemudi maksimal selama empat jam, dan beristirahat bila tubuh merasa lelah. Kelelahan fisik saat perjalanan jauh dapat memicu terjadinya kecelakaan. “Kecelakaan itu umumnya terjadi pada siang hari, mungkin berangkat habis sahur, kemudian lelahnya di siang hari. Jadi kalau setiap empat jam itu sebaiknya kita istirahat,” paparnya.

Berita Terkait : Sambangi KPK, Menkes Nila Moeloek Pastikan Pelayanan Kesehatan Membaik

Menkes Nila juga berpesan agar pemudik tidak mematok target waktu untuk sampai di tujuan. “Santai saja, jangan terlalu harus sampai jam sekian, jam sekian, kita kan tujuannya mau kumpul sehat, silaturahmi, ya itu,” ucap Nila.

Lalu, menurut Menkes Nila, bagi pemudik yang menggnakan kendaraan pribadi, akan lebih baik jika menyediakan sopir cadangan dalam perjalanan. Sehingga, waktu istirahat menjadi lebih panjang dan sopir bisa lebih berkonsentrasi di jalan. [TIM]