Genjot Vokasi

Sri Mulyani Janji Kurangi Tenaga Kerja Asing

Klik untuk perbesar
Menkeu Sri Mulyani. (Foto: Net)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah berjanji akan membatasi tenaga kerja asing. Salah satu caranya dengan memperkuat SDM dalam negeri.

Hal tersebut dikatakan Sri Mulyani di Gedung DPR, Selasa (11/6). "Ini sejalan dengan pandangan Fraksi Partai Gerindra tenaga kerja asing hanya untuk keahlian khusus dan belum bisa dipenuhi dalam negeri," ujarnya.

Berita Terkait : Kemampuan Lulusan Vokasi Harus Sesuai Kebutuhan Lapangan Kerja

Menurut dia, pembatasan tenaga kerja asing tersebut akan diiringi dengan peningkatan sumber daya manusia (SDM) di dalam negeri. Caranya melalui pendidikan vokasi, pelatihan, sistem magang, serta perbaikan sistem pendidikan.

Selain itu, kata dia, pemerintah akan bekerja sama dengan dunia usaha guna memperbaiki kualitas dan produktivitas tenaga kerja. Peningkatan kemampuan tenaga kerja domestik ini juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai target di 5,3-5,6 persen pada 2020.

Berita Terkait : LinkAja Mudahkan Pembayaran BPJS Ketenagakerjaan

Menurut data Kementerian Ketenagakerjaan, hingga akhir 2018, jumlah tenaga kerja asing (TKA) mencapai 95.335 pekerja. Hal itu berdasarkan Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA),

Nah, dari 95.335 tenaga asing yang bekerja Indonesia tersebut terdiri dari tenaga asing profesional sebanyak 30.626, manajer sebanyak 21.237, konsultan dan direksi sebanyak 30.708. Jumlah tersebut hanya 0,04 persen dari total penduduk 268,829 juta jiwa.

Baca Juga : Telkomsel Gelar The NextDev Summit

Dari jumlah tersebut jumlah tenaga asing yang banyak datang ke Indonesia adalah dari China sebanyak 32.000 tenaga kerja, Jepang 13.897 orang, Korea 9.686 orang, India 6.895 orang dan Malaysia 4.667 orang. [MEN]