Perkuat Kerja Sama, Indonesia-China Gelar ICEF di Beijing

Klik untuk perbesar
Menteri ESDM Ignasius Jonan melakukan pertemuan dengan pejabat setingkat menteri, National Energy Administration China, Zhang Jianhua pada pertemuan tahunan Indonesia-China Energy Forum (ICEF) ke-6 yang berlangsung di Beijing, China, Senin (8/7). (Foto: ESDM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Dalam rangka memperkuat kerja sama bilateral dan mendorong investasi digelar pertemuan tahunan Indonesia-China Energy Forum (ICEF) ke-6 yang berlangsung di Beijing, China, Senin (8/7). Pertemuan ini memfasilitasi para pelaku bisnis energi Indonesia-China di sektor energi.

Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan pertemuan bilateral antara Menteri ESDM Ignasius Jonan dengan Administrator Zhang Jianhua, pejabat setingkat Menteri, National Energy Administration China, dan Chairman NDRC (National Development and Reform Comission) He Lifeng. Dalam pertemuan itu dibahas terkait peningkatan kerja sama kedua negara dan tindak lanjut kesepakatan kedua kepala negara.

Berita Terkait : Tingkatkan Kerja Sama Investasi dan Pariwisata RI-China, KBRI Beijing Gelar Forum Bisnis


"Pelaksanaan ICEF ke-5 sebelumnya dilaksanakan di Jakarta dan pada kesempatan tersebut telah ditandatangani MoU sektor energi. Dengan pelaksanaan ICEF ke-6 ini diharapkan memberikan hasil yang bermanfaat dan komitmen yang berorientasi pada aksi untuk ketahanan energi nasional masing-masing negara,” ujar Dirjen Ketenagalistrikan ESDM Rida Mulyana dalam sambutan pembukaannya dalam forum yang dihadiri oleh Vice Administrator NEA, Li Fanrong dikutip dari ESDM.go.id, Rabu (10/7).

"Harapan besar kami melalui forum ini akan memberikan hasil yang bermanfaat bagi kedua negara di sektor energi,” lanjut Rida.

Berita Terkait : Gak Akan Naik Sampai 2020, Listrik Bikin Asyik

Delegasi ICEF ke-6 dari pihak Indonesia terdiri dari 40 delegasi yang berasal dari pemerintah, pengamat publik dan entitas bisnis. Pelaksanaan ICEF dibagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama dibahas kelistrikan dan energi baru terbarukan, sementara sesi pembahasan difokuskan pada subsektor minyak, gas dan batu bara.


Hal yang tidak kalah penting adalah dilaksanakannya one on one meeting antar pelaku bisnis kedua negara pada kesempatan tersebut, sehingga dapat terjalan kesepatan dan komunikasi langsung antara pelaku bisnis. [DIT]