Kumpul Bareng Pengusaha Di JCC

Jonan Minta Pertamina Tingkatkan Lifting Migas

Klik untuk perbesar
Menteri ESDM Ignasius Jonan (Foto: Istimewa)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meminta Pertamina segera meningkatkan lifting migas agar target yang ditetapkan di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 bisa tercapai.

Hal ini diutarakan Jonan dalam acara acara Gas Indonesia Summit & Exhibition 2019 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, kemarin. 

Jonan meminta PT Pertamina agar lebih cepat dalam pengambilan keputusan di bisnis hulu migas. Karena, semakin lama mengambil keputusan, maka proses produksi siap jual (lifting) makin tertunda sehingga tidak memenuhi target. 

Berita Terkait : Stok Minyak Menipis, Jonan Minta Industri Migas Berhemat

Pernyataan Jonan ini terkait dengan loyonya produksi migas. Banyak terjadi penurunan lifting migas. Apalagi, seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di bawah Pertamina tidak satu pun yang diproyeksikan mencapai target lifting minyak APBN 2019. Dari 10 besar KKKS penghasil minyak mentah di dalam negeri, 6 di antaranya mengalami penurunan lifting. Lima dari 6 KKKS tersebut, merupakan anak usaha PT Pertamina (Persero) di sektor hulu migas. 


“Saran saya decision making Pertamina untuk produksinya harus cepat. Harus bisa kompetitif seperti produsen asing. Masa orang Indonesia sendiri yang mengerjakan kok lebih lama,” kata Jonan usai acara. 

Padahal, kata Jonan, Pertamina dan semua KKKS ikut serta dalam perencanaan target lifting migas. Dengan begitu, seharusnya target lifting bisa terpenuhi karena telah diperhitungkan sebelumnya. 

Berita Terkait : Jonan Pantau Program Sambung Listrik Gratis

Sebelumnya, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengaku, kena marah dalam rapat pimpinan bersama Menteri ESDM Ignasius Jonan pada Senin (29/7) di Kementerian ESDM, Jakarta. 

Dwi menuturkan, marahnya Jonan kepada jajaran SKK Migas karena lifting minyak dan gas yang terus turun. Padahal, kinerja lifting sangat terkait dengan pendapatan negara. 

“Dibahas di rapim tadi, pemerintah sangat concern dengan kinerja lifting ini. Maka tadi kami kena marah-marah,” katanya. Realisasi lifting minyak dan gas bumi hingga Juni 2019 baru mencapai 1,8 juta barel setara minyak per hari (BOEPD). 

Berita Terkait : Pertamina Lakukan Upskilling di Terminal BBM Balikpapan


Capaian ini baru 89 persen dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 2 juta barel BOEPD. Dari total lifting migas sebesar 1,8 juta BOEPD itu, rinciannya lifting minyak 752 ribu barel per hari (BOPD) dan lifting gas 1,06 juta BOEPD. [KPJ]
 

RM Video