Potensi Berlimpah, Solar Panel Rooftop Harus Masif

Ilustrasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) roof top. Semua gedung Kementerian ESDM sudah dipasang solar panel rooftop. Di kantor pusat Kementerian ESDM dipasang 160 kWp. Istana Merdeka juga sudah pasang sekitar 260 kWp. (Foto: Humas EBTKE ESDM)
Klik untuk perbesar
Ilustrasi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) roof top. Semua gedung Kementerian ESDM sudah dipasang solar panel rooftop. Di kantor pusat Kementerian ESDM dipasang 160 kWp. Istana Merdeka juga sudah pasang sekitar 260 kWp. (Foto: Humas EBTKE ESDM)

RMco.id  Rakyat Merdeka - Berdasarkan kajian Institute for Essential Services Reform (IESR), potensi teknis listrik surya atap (solar rooftop) untuk bangunan rumah tangga Indonesia mencapai 655 Giga Watt Peak (GWp), dan potensi pasarnya mencapai 116 GWp.

Di Jakarta saja, potensi listrik surya atap untuk gedung perkantoran Pemerintah DKI Jakarta, gedung utama kemente- rian, rumah sakit, dan mall mencapai 22 MWp.

Berita Terkait : Progres Pemanfaatan EBT Naik, Pengguna PLTS Atap Terkatrol 181 Persen

Surabaya memiliki potensi yang juga tinggi, mencapai 35 MWp untuk bangunan pemerintah, mall, rumah sakit, dan universitas.

Studi pasar yang dilakukan IESR juga menunjukkan adanya kemauan masyarakat untuk memasang solar rooftop. Jabodetabek memiliki potensi pasar 13 persen dari jumlah masyarakat sedangkan Surabaya 19 persen.

Baca Juga : Soal Upah Buruh Per Jam, Ini Kata Menperin

Jumlah ini bila dioptimalkan dapat mencapai kapasitas akumulatif 1,9 GWp di Jabodetabek, dan 279 MWp di Surabaya untuk kalangan rumah tangga saja. [TIM]